Legislatif Desak Pemkab Perhatikan Keamanan Pariwisata

  • Whatsapp
MUARA: Pengunjung memadati tempat memancing yang berlokasi sebelum Menara Marcusuar Bangkalan.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kabupaten Bangkalan sejatinya memiliki lahan basah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata. Sayang, hanya ada dua dari puluhan wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan M. Hasan Faisol menyebutkan permasalahannya, puluhan lahan wisata itu merupakan milik perorangan, sehingga pengelolaannya pun juga dilakukan oleh perorangan, bukan oleh pemerintah.

Kendati demikian, pihaknya akan tetap berusaha untuk mencoba kerjasama untuk mengelola lahan wisata itu kembali. Bahkan, dia akan menambah wisata yang berlokasikan di Kecamatan Kamal.

“Masalahnya lahan milik perorangan. Iya kami fokus yang dikelola kami dulu seperti TRK (Taman Rekreasi Kota) itu. Nanti ada beberapa potensi juga, kami akan rencanakan juga, seperti (di Kecamatan) Kamal, wisata pinggir pantai. Itu nanti jadi prioritas kedua,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Imron Rosyadi justru memandang, permasalahan utama wisata di wilayahnya tidak terfokus terhadap pengelolaan yang dilakukan oleh pemkab.

Namun, politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, yang terpenting soal menjaga keamanan dan menurunkan kriminalitas yang kerap kali terjadi di kabupaten ini. Jika permasalahan tersebut terwujud, pihaknya meyakini, pengunjung akan lebih banyak datang, sehingga bisa menggerakkan perekonomian masyarakat.

“Bukan hanya itu sebenarnya, bukan hanya karena posisi PAD, tapi posisi pertumbuhan ekonomi juga. Walaupun tidak tercatat di  PAD, tapi kan ketika itu jalan dan bisa masuk di pertumbuhan ekonomi orang Madura,” tegasnya.

Kendati tetap mengakui angka kriminalitas, orang nomor satu di lingkungan legislatif Bangkalan itu tetap menyayangkan, sebab masih belum dapat terselesaikan.

“Awal-awal ada Kapolres yang baru itu, kami minta ini. Ada tindakan khusus memang yang difokuskan dan memang angka kriminal turun, tapi tidak selesai. Bukan, sampai sekarang masih ada terus kejadian dan itu memprihatinkan,” sambung Imron. (idy/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *