Legislatif Dorong Pemprov Sisihkan Lahan Jenazah Covid-19 untuk Madura

  • Whatsapp
(KM/ SYAHID MUJTAHIDY) LAHAN PEMAKAMAN: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menyiapkan sembilan lahan untuk pemakaman jenazah Corona.

Kabarmadura.id/SURABAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) tengah mengambil langkah dengan adanya penolakan jenazah kasus Covid-19, yakni bekerja sama dengan Perhutani menyediakan sembilan titik lahan pemakaman.

Sembilan lahan tersebut tidak diumumkan ke publik oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Alasannya, menghindari polemik di tengah masyarakat. Namun, dia menjelaskan, lahan itu seluas 1.000 m2, serta sesuai dengan syarat protokol kesehatan untuk pemakaman jenazah Covid-19, yaitu tidak kurang 50 meter dari sumber air dan tidak kurang 500 meter dari pemukiman.

Bacaan Lainnya

Menyikapi langkah Pemprov Jatim, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim Mathur Husyairi menilai dari sembilan titik tersebut meliputi Pulau Madura.

Menurut Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini, kultur Madura sangat peduli dengan keluarga. Dia menjelaskan, keluarga jenazah Covid-19 itu jika berasal dari Pulau Garam, tidak akan rela kala harus dikebumikan di luar pulau ini.

“Kalau memang nanti ada korban yang meninggal, orang Madura ini kan sangat peduli terhadap keluarga, apalagi sudah meninggal. Ya, tidak mungkin lah mau dilempar ke Jawa. Kalau memang itu terjadi, jika ada korban di Madura, tentunya di Madura juga dibuatkan itu,” tuturnya kepada Kabar Madura, Rabu (8/4/2020) sore.

Berdasarkan data Pemprov Jatim per Selasa (7/4/2020) sore, 194 masyarakat terkonfirmasi positif Corona dengan masing-masing 42 orang sembuh, 136 masih dirawat, dan 16 orang meninggal dunia.

Dari belasan korban Covid-19 yang meninggal dunia, salah satunya terjadi di Kabupaten Pamekasan yang terkonfirmasi, Minggu (29/3/2020). Di samping itu, satu orang positif Corona juga masih dalam perawatan di kebupaten yang sama di Pulau Garam yang terkonfirmasi, Minggu (5/4/2020).

Sejatinya, Mathur tidak berharap kembali terjadi pasien positif Corona meninggal dunia. Namun, hal itu harus diantisipasi lebih dini. Serta, wakil rakyat asal Kabupaten Bangkalan ini mengimbau masyarakat agar tidak fobia terhadap jenazah Covid-19.

“Iya (butuh), kalau ada korban. Kalau sekarang tidak berharap saya (kembali ada korban). Kalau nanti ada korban, tentunya kami berharap dari pihak keluarga dan masyarakat juga harus memahami ini. Tidak harus diasingkan sebenarnya, jenazah itu. Ini kan hanya ketakutan-ketakutan saja,” tutupnya. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *