Legislatif Instruksikan Gaji Sukwan Dinaikkan Semua dan Didaftarkan P3K

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) BELUM SEJAHTERA: Guru sukwan di salah satu sekolah taman kanak-kanak (TK) Bangkalan yang mengabdi tanpa pamrih.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan menginstruksikan agar sekolah di Bangkalan menaikkan gaji guru sukarelawan (sukwan). Instruksi itu disambut baik oleh Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan.

Sekretaris Disdik Bangkalan Zainul Qomar mengakumendukung hal itu, agar sekolah bisa memenuhi kesejahteraan guru sukwan.

Bacaan Lainnya

Di Bangkalan ada dua status guru non aparatur sipil negara (ASN), yakni guru honorer daerah dan sukwan. Guru honorer digaji Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Sedangkan guru sukwan digaji sekolah.

“Kalau guru PNS itu pemerintah pusat, sesuai golongan. Kalau sukwan tergantung kebijakan kasek (kepala sekolah) di sekolah tersebut dengan kemampuan keuangan di sekolahnya masing-masing,” tegasnya.

Jika ada instruksi dari Komisi D itu, pihaknya akandengan senang hati. Sebab, kata dia, berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud)Nomor 8 dan 19, bagi guru sukwan, ada tambahan optimalisasi kesejahteraan mereka. Tambahan gaji tersebut tentunya disesuaikan dengan sekolah masing-masing.

“Ada sekolah yang hanya sedikit muridnya, tentunya beda dengan sekolah yang muridnya banyak. Tapi ruh-nya sama,” jelasnya.

Yang dimaksud Qomar ruh yang sama ini, yakni meningkatkan dari minimnya upah gaji guru sukwan, agar lebih layak dan manusiawi. Namun gajinya berbeda di setiap wilayah dan sekolah. Sedangkan guru honorer di Bangkalan ada sekitar perkiraan 2.700 guru.

“Insya Allah mereka akan ikut test P3K semuanya tahun ini,” tuturnya.

Sementara itu, Anggota Komisi D DPRD Bangkalan Subaidi  akan berkomitmen terus melakukan sosialisasi kepada korwil pendidikan di 18 kecamatan, agar mau memberikan kesejahteraan guru non PNS. Sebab, dirinya merasa kesejahteraan guru masih terabaikan.

“Bahkan ada guru non PNS yang hanya di gaji Rp150 ribu perbulan. Saya inginnya gaji guru ini manusiawi lah,” terangnya.

Lanjut dia, minimal tambahan yang dilakukan untuk kesejahteraan guru sukwan ini sampai Rp500 ribu. Jika lebih dari itu, dia sangat mendukung. Katanya, jangan memberikan gaji guru non-PNS yang minim.

“Paling banyak gajinya Rp400 ribu, menjadi sukwan sudah 15 tahun. Kan kasian, hargai lah perjuangan guru ini,” tukasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *