oleh

Legislatif Janji Tingkatkan Pengawasan Anggaran Covid-19 di Kabupaten Sampang

Kabarmadura.id/Sampang-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang saat ini menyiapkan anggaran hingga Rp32 miliar yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah sm(APBD) 2020. Anggaran itu akan diperuntukkan pada pencegahan penanganan wabah Covid-19 di wilayah itu. Di samping itu, Pemkab melalui tim Satgas Covid-19 juga mendapat bantuan alat pelindung diri (APD) dan finansial dari sejumlah donasi dan relawan.

Untuk itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang berjanji akan meningkatkan fungsi pengawasan, agar tidak terjadi penyimpangan. Di sisi lain, upaya pengawasan maksimal dalam realisasi anggaran Covid-19 tersebut, untuk mengantisipasi adanya double accounting atau penyelewangan hibah dari pihak luar yang dinyatakan sebagai belanja dari alokasi APBD tersebut.

Ketua DPRD Sampang Fadol mengatakan, salah satu tugas pokok dan kewajiban legislatif itu, yakni mengawasi, maka untuk semua anggaran yang digelontorkan oleh Pemkab, terlebih untuk penanganan Covid-19 yang angkanya cukup fantastis dan bantuan yang diterima harus jelas peruntukannya dan transparan kepada publik.

Kata dia, khusus anggaran yang disiapkan untuk Covid-19 itu, akan diawasi lebih detail, bahkan kalau dipandang perlu, pihaknya akan membentuk tim khusus untuk pengawasan realisasi penanganan Covid-19 itu, baik yang bersumber dari APBD dan hibah dari pihak ketiga, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

“Yang jelas teman-teman dewan sudah sepakat untuk meningkatkan, memperkuat dan mempertajam fungsi pengawasan, utamanya terkait Covid-19 ini,” ujar Politisi PKB itu kepada Kabar Madura, Rabu (22/4/2020).

Sementara itu, Juru Bicara Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Sampang Djuwardi menerangkan, pagu anggaran untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 untuk saai ini senilai Rp32 miliar. Dana itu, merupakan kumulatif, termasuk yang didanai dari dana desa (DD). Sedangkan untuk bantuan dari donasi, baik berupa barang, yakni hand sanitizer masker dari beberapa pihak ditampung di Satgas BPBD, tetapi juga sebagian sudah ada yang disalurkan, untuk bantuan uang dari donasi hingga saat terkumpul senilai Rp527 ribu.

Dirinya menjelaskan, hingga kini penganggaran untuk Covid-19 itu, masih terus berproses dan berubah-ubah, karena harus menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebijakan pusat. Begitupun juga dengan bantuan dari donasi, masih selalu ada pihak-pihak yang menghibahkan APD dan sebaginya. Tetapi yang jelas kata dia, tim satgas akan terus berupaya bekerja secara profesionsl dan proporsional.

“Kami tetap tertib administrasi, meliputi penerimaan dan penyaluran sesuai aturan yang berlaku, bahkan kami meminta pendampingan dari pihak inspektorat dan pengawasan dari dewan serta dilakukan pemetaan lokasi, sehingga dalam penyaluran tidak double, wilayah dan kebutuhannya jelas,” jelasnya.

Disinggung soal serapan anggaran puluhan miliar untuk Covid-19 tersebut, Djuwardi mengungkapkan, dana yang terserap baru sebagian, yakni anggaran yang melekat di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang teranggarkan sekitar Rp2 miliar.

Di Dinkes lanjut dia, dana yang terserap untuk pengadaan alat-alat kesehatan, hand sanitizer, masker, obat-obatan, kelengkapan medis OPD dan lain sebagainya. Sementara di BPBD terserap untuk makan minum petugas gabungan di posko-posko Covid-19, mobilisasi perjalanan operasional dan lainnya.

“Sampai hari ini anggaran Covid-19 yang terserap baru yang melakat di Dinkes dan BPBD yang teranggarkan Rp2 miliar, tingkat serapannya masih 35 persen,” pungkasnya. (sub/pin)

Komentar

News Feed