Legislatif Pelototi Pembangunan Gedung DPRD

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/Bangkalan-Pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan terus dilanjuta. Padahal sebelumnya, Anggota Komisi C DPRD setempat, menilai pembangunan gedung tersebut tidak sesuai prosedur.

Ketua Komisi C DPRD Bangkalan Suyitno mengatakan, pembangunan gedung wakil rakyat itu menjadi atensi pengawasan pihaknya. Dia mengatakan, akan menindaklanjuti proses pembangunan yang dinilai salah tersebut.

Suyitno engungkapkan, dalam waktu dekat dirinya akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) langsung ke lokasi pembangunan, sebab, dirinya mendapat informasi pengerjaan pembangunan tidak sesuai prosedur.

“Tentu kita akan meninjau langsung ke lokasi nanti. Akan kita kawal nanti pembangunan ini. Kita juga akan melakukan pemanggilan dan meminta klarifikasi terkait proses pembangunan ini ke pemenang tender dan pihak PUPR Bangkalan,” tuturnya, Senin (8/7). 

Menurut Suyitno, tidak kesesuaian pembangunan tersebut akan dipastikan setelah dirinya memegang Rencana Anggaran Biaya (RAB). Saat ini, Suyitno menerangkan masih belum menerima RAB dari pihak terkait.

Bahkan Suyitno mengatakan, dirinya berharap dengan pihak tender agar membangun proyek gedung DPRD ini secara maksimal. Sebab, menurutnya dana yang dikeluarkan tidaklah tanggung-tanggung.

“Kalau saya dengar berdasarkan RAB-nya tidak ada masalah jika pembangunan gedung tanpa dikeruk dulu tanahnya tapi langsung diuruk, katanya tidak apa-apa asal dikasih paku bumi. Tapi kita tetap khawatir jangan sampai pembangunan ini tidak maksimal,” paparnya.

Dikatakan Suyitno, dalam proyek pembangunan gedung dewan ini, pemenang tender maupun dinas terkait tidak melibatkan pihak dewan komisi C selaku mitra yang menaunginya. Padahal proyek pembangunan gedung DPRD ini menyedot dana cukup fantastis. Tidak main-main pemkab menggelontorkan dana sebesar Rp45,2 miliar untuk pembangunan tersebut.

“Belum, kita tidak dilibatkan dalam hal mengawasi. Tapi akan tetap kita awasi sampai 6 bulan kedepan sesuai waktu yang telah diberikan,” tambahnya. 

Tak hanya Suyitno, Anggota Komisi C DPRD Bangkalan Musawwir mengatakan, proyek pembangunan gedung dewan ini tidak sesuai. Sebab, prosesnya tidak dikeruk tanahnya terlebih dahulu.

Pembangunan langsung diberikan bedel tanpa dikeruk dan diuruk terlebih dahulu, melainkan langsung dipadatkan. Apalagi lahan yang dipakai untuk pembangunan adalah bekas sawah yang bisa sewaktu-waktu dapat bergeser. 

“Ini kan lahan basah yang dipakai, bekas sawah. Lahan basah itu sewaktu-waktu bisa bergeser. Jadi kualitas pembangunan harus dijaga. Dananya gak sedikit juga,” tandasnya. (ina/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *