oleh

Legislatif Pertanyakan Pengembalian Kapal DBS III

PT Sumekar Nilai Ada Kerusakan

Kabarmadura.id/SUMENEP – Kapal Dharma Bhakti Sumekar (DBS) III yang masih belum beroperasi dikembalikan ke Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep oleh PT Sumekar. Hal ini karena ada beberapa hal yang dianggap kurang layak pada kapal baru itu.

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep A  Zainurrakhman justeru mempertanyakan pengembalian kapal DBS III tersebut.

Anggota dewan yang akrab dipanggil AZ tersebut justru menganggap aneh sikap dari pihak PT Sumekar. Karena dianggapnya, PT Sumekar tidak punya kapasitas menentukan kapal itu rusak atau tidak layak.

“Kenapa kapal itu bisa dikembalikan, apakah benar-benar karena rusak? Kalaupun rusak, harusnya memberikan pemberitahuan kepada Dishub untuk dilakukan perbaikan sehingga Dishub menghimbau atau yang mempunyai kewajiban menegur kepada kontraktor pembuat kapal, yakni PT Adi Luhung. Sebab pihak ketiga yang bertanggung jawab dalam hal pemeliharaan sebelum kapal tersebut dioperasikan,” terangnya.

Dikatakan politisi Partai Demokrat itu, tolok ukur PT Sumekar dalam menilai ketidaklayakan kapal tersebut untuk beroperasi masih belum jelas. Sebab yang jelas, tegasnya, PT Sumekar tidak memiliki kapasitas menilai kelayakan kapal.

“Siapa yang berhak untuk menilai ketidaklayakan kapal tersebut untuk tidak beroperasi sehingga harus dikembalikan. Seharusnya PT Sumekar yang diberi amanah oleh Pemkab atas kapal ini bertanggung jawab. Kalau kapal tidak beroperasi karena tidak ada trayek, ya diurus dong. PT Sumekar terus maunya terima jadi? Tidak bisa begitu juga. Artinya PT Sumekar sebagai BUMD yang di situ ada anggaran daerah , tidak bisa begitu saja lepas tangan,” paparnya.

Lebih jauh pria asal kepulauan itu menyangkal dugaan bahwa kapal itu rusak sebelum pihak berwenang yang menyatakan secara resmi.

Komisi III juga mempertanyakan trayek DBS III yang belum kunjung dikoordinasikan dengan legislatif. Sebab trayek tersebut merupakan hal yang sangat penting terkait dioperasikannya kapal itu.

“Sampai sekarang justru trayeknya tidak jelas. Sebab PT Sumekar belum kunjung berkoordinasi dengan kami, apakah trayeknya sudah selesai ditentukan atau tidak,” ungkapnya.

Sementara Direktur Pelaksana PT Sumekar Zainal Arifin mengatakan, siapapun bisa menilai ketidaklayakan pengoperasian kapal DBS III.

Zainal mengaku, secara administrasi sudah dilakukan ke Dishub Sumenep. Yakni memberitahu bahwa kapal itu mengalami kerusakan, yang kemudian membuat pihaknya tidak mengoperasikan kapal itu.

“Terkait dengan tolok ukur, siapapun bisa menilai. Seperti AC yang belum normal, kemudian mesinnya. Itu bisa dilihat dari kecepatan kapal yang seharusnya 12 knot ternyata hanya 8 knot. Kalau soal koordinasi trayek, sudah ditentukan oleh Dishub,” katanya. (km44/pai)

Komentar

News Feed