Legislatif Pesimis Pilkades Tanpa Politik Uang

  • Whatsapp

SUMENEP-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep mengaku pesimis pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa  (Pilkades) Serentak 2019 akan bebas dari politik uang.

Angota  Komisi l Achmad Jhoni Tunaidi menjelaskan, masyarakat tidak bisa lepas dari politik uang karena demokrasi ditafsirkan sebagai pesta rakyat. Pesta rakyat dimaknai dengan mengumpulkan uang dari para cakades yang berlaga. Akibatnya cakades menghabiskan biaya besar untuk bisa terpilih.

“Kalau masyarakatnya selalu begitu, kalau tidak ada duitnya tidak mau nyoblos, jangan harap ada perubahan. Artinya selama 5 tahun mau ditukar dengan uang seratus ribu,” katanya, Selasa (6/8).

Jhoni kembali menjelaskan, politik uang memang sulit dihindari. Padahal secara hukum, hal itu tidak diperbolehkan. Akan tetapi, karena rendahnya kesadaran masyarakat terkait dampaknya maka risiko sebesar apapun diabaikan.

Padahal seyogianya, masyarakat harus membantu menegakkan hukum, bukan malah tergiur dan menikmati. Padahal kalau ada yang berani melaporkan kegiatan politik uang itu, maka hal itu dapat mencegah terjadinya tindak pidana korupsi di kemudian hari.

“Saya pesimis pilkades serentak akan bebas dari politik uang, karena masyarakat bukan melaporkan, tapi malah menikmati. Padahal kalau sudah jelas ada transaksi dan dilaporkan pasti itu akan segera diproses secara hukum,” imbuhnya.

Kendati demikian Jhoni tetap mengimbau walaupun politik uang tidak dapat dihindari, maka hendaknya masyarakat tetap selektif dalam memilih kandidat, sehingga diharapkan akan terpilih pemimpin yang akan membawa dalam kesejahteraan. (km48/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *