oleh

Legislatif Sentil Lambatnya Pencairan BST Japes, Kadinsos: Data Valid Masih 50 Persen

Kabarmadura.id/Sumenep-Lambatnya pencairan Bantuan Sosial Tunai (BST) Program Jaring Pengaman Sosial (Japes) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep mendapat tanggapan dari legislatif. Anggota Komisi lV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Ardhi Kautsar mengatakan, belum cairnya bantuan tersebut membuat resah masyarakat.

“Ya memang kami mengetahui banyak masyarakat yang bertanya-tanya bahkan mengeluhkan kenapa bantuan tersebut masih belum cair,” katanya, Selasa (4/8/2020).

Pihaknya juga mengaku akan berkoordinasi dengan dinas terkait yaitu Dinas Sosial (Dinsos) selaku leading sektor atau yang bertanggung jawab atas bantuan tersebut.

“Kami coba komunikasikan dengan yang bersangkutan,” imbuhnya.

Kepala Dinsos Sumenep Moh. Iksan menerangkan, penyaluran bantuan japes pada awalnya akan disalurkan pada awal Agustus ini. Namun, berhubung calon penerima jauh dari target yang dibutuhkan maka akan diberlakukan penjaringan penerima untuk tahap kedua.

Menurutnya, data yang masuk ke pihaknya sebenarnya lebih dari target, tetapi setelah diverifikasi hanya 50 persen penerima yang dinyatakan layak.

“Setelah melakukan koordinasi dengan Dispendukcapil dan Bappeda maka saat ini nama-nama sudah masuk ke sekda. Tinggal menunggu rekomendasi, saya berharap minggu pertama bulan depan sudah bisa cair,” katanya, kemarin.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Sumenep itu melanjutkan, program yang direncanakan untuk masyarakat yang terdampak Covid-19 itu, masih terus dibuka untuk menjaring penerima.

Dia berharap, dari jumlah yang ditargetkan bantuan tersebut dapat terserap semua. Sehingga pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pemerintah atau aparatur desa agar lebih selektif dalam menjaring masyarakat yang layak menerima bantuan.

“Saya pastikan untuk yang sudah disetor tidak akan menimbulkan masalah, karena sudah dipastikan tidak akan tumpang tindih dengan bantuan sosial lainnya. Ini yang menjadi atensi serius dari kami,” katanya, Rabu (17/6/2020).

Sementara ini data yang valid berjumlah 25.800 dari 57 ribu data yang masuk. Sementara kouta bantuna Japes adalah 42 ribu kelompok penerima manfaat (KPM). (ara/pai)

Komentar

News Feed