oleh

Legislatif Sentil Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Sampang yang Tidak Memadai

Kabarmadura.id/Sampang-Pelayanan kesehatan di Kabupaten Sampang, masih dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Tidak terkecuali oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Aliyadi Mustofa, yang menilai pelayanan kesehatan di wilayah itu kurang memadai.

Hal itu diungkapkan Aliyadi setelah dirinya menerima keluhan dari konstituennya di wilayah utara Kabupaten Sampang. Menurutnya, keluhan atas pelayanan kesehatan bukan tanpa alasan. Sebab, sejauh ini infrastruktur untuk sektor kesehatan di wilayah utara sangat memperihatinkan.

Oleh karena itu, dirinya mengaku tidak heran, ketika sebagian besar masyarakat di wilayah Sampang, lebih memilih berobat ke kabupaten lain di Madura, demi memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih optimal.

“Malah orang Sampang sendiri memilih berobat ke Bangkalan, ke Pamekasan, ini bukti nyata bahwa (pelayanan kesehatan, red) di Sampang ini tidak memadai,” ungkapnya, Minggu (112/2019).

Politikus PKB itu mengungkapkan, kendati di setiap kecamatan di Kabupaten sudah berdiri pusat kesehatan masyarakat (pukesmas), namun dirinya menilai jika sarana dan prasarana, termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) di puskesmas itu belum memadai.

Oleh karena itu, dirinya meminta agar kepala daerah di Kabupaten Sampang, untuk bersinergi dengan pemerintah pusat. Dirinya mengaku, siap menjembatani Pemerintah Kabupaten Sampang dengan pemerintah pusat, untuk meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah setempat.

“RSUD-nya saja kekurangan dokter, apalagi puskesmas. Oleh karena kita akan terus mendorong agar bagaimana di masing-masing kecamatan ada puskesmas yang memadai,” keluhnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang Agus Mulyadi mengakui, jika pelayanan kesehatan di puskesmas yang ada di wilayah utara kurang maksimal.

Namun demikian, pihaknya berjanji akan menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat tentang pelayanan kesehatan di wilayahnya. Dirinya berjanji, akan menginventarisir setiap keluhan masyarakat, baik dari kualitas dan kuantitas SDM kesehatan, alat kesehatan, maupun infrastruktur kesehatan lainnya.

“Saya akan tindaklanjuti jika keluhan itu spesifik, dimana letak keluhannya, apakah dari tenaga kerja, alat atau tempat,” katanya.

Agus menyampaikan, jika keluhan pelayanan kesehatan yang disampaikan oleh masyarakat dari segi tempat, dirinya berharap masyarakat untuk memaklumi, mengingat saat ini tiga puskesmas di daerah utara, baik di Banyuates, Bringkoning, dan Talenger, sedang proses rehab.

Sementara untuk SDM kesehatan, dirinya mengungkapkan, saat ini SDM kesehatan yang ada di Kabupaten Sampang mencapai 370 jiwa, dengan rincian 70 Dokter, dan 300 perawat. Jumlah itu diakui belum maksimal melihat luasan serta jumlah penduduk di Kabupaten Sampang.

“Kalau dari SDM, jumlah SDM yang ada di masing-masing puskemas yang Sampang sekitar 35, semua itu PNS. Saya berharap untuk pimpinan puskesmas melakukan evaluasi,” jelasnya. (km49/pin)

 

Komentar

News Feed