Legislatif Sesalkan Molornya Pembangunan Gili Iyang

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) LAMBAN: Hingga memasuki tahun 2021 pembangunan di Gili iyang tidak dilanjutkan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Leletnya kelanjutan pembangunan dermaga Gili Iyang disesalkan oleh  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep. Proyek tersebut tidak dilanjutkan pada tahun 2020. Sehingga sampai saat ini masyarakat belum merasakan dampak dari pembangunan dermaga tersebut.

Anggota Komisi III DPRD Sumenep Akhmad Zainur Rakhman menilai, jika kinerja dari organisasi perangkat daerah (OPD) lemah dalam bekerja. Sebab, hingga saat ini sudah memasuki tahun 2021 masih belum ada progres pengerjaan.

Bacaan Lainnya

“Jika tahun 2021 tidak progres berarti OPD sangat tidak serius dalam pembangunan. Maka, kami akan bergerak dan tidak akan tinggal diam,” katanya, Minggu (03/01/2020).

Dia mengatakan, yang menjadi korban adalah masyarakat. Sebab, tak satupun yang merasakan pembangunan tersebut. Sehingga, dirinya, berharap terus mendesak dinas terkait agar segera dikerjakan.

“Harus segera dikerjakan. Apalagi saat ini sudah memasuki tahun 2021,” ucapnya.

Dia menjelaskan, anggaran tersebut merupakan bantuan keuangan (BK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur senilai Rp 60 miliar. Anggaran itu untuk revitalisasi pembangunan Pelabuhan Gili Iyang dan Pelabuhan Dungkek dan untuk Gili Iyang senilai Rp17 miliar.

“Anggaran besar ini bukan main -main,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep Dadang Dedi Iskandar mengatakan, proyek yang sempat roboh itu masih ditender ulang. Sehingga, saat ini masih menunggu hasil lelang selanjutnya.

“Jika tender selesai. Maka, segera dilakukan pengerjaan,”ucapnya.

Dijelaskannya, jika sebelumnya Dermaga Gili Iyang sudah dikerjakan. Namun, karena ambruk sebelum dipakai, maka pihaknya memutus kontrak rekanan yakni, PT. Kolam Intan. Rencananya memang ditender ulang pada tahun 2020 hingga akhir tahun selesai.

“Jika tidak selesai, maka pengerjaan pada tahun 2021,”paparnya.

Dia mengatakan, sebelumnya proyek tersebut direncanakan dikerjakan pada tahun 2021. Namun, karena ada beberapa pertimbangan akan ditender ulang tahun 2020 hingga akhir tahun pengerjaan selesai. “Saat ini masih sedang dilakukan tender ulang. Siapapun pemenangnya, maka dia yang layak mengerjakan,” ucap dia.

Proyek tersebut dianggarkan senilai Rp17 miliar. Saat ini yang terbayar kepada rekanan PT. Kolam Intan sudah 45 persen yakni sekitar Rp8 M dengan pengerjaan 75 persen dan sisa anggaran akan diberikan pada pemenang lelang yang saat ini masih proses tender. “Insya Allah minggu depan sudah terlelang dan akhir tahun diusahakan selesai,” ujarnya.

Diketahui, pelabuhan Gili Iyang diproyeksikan menjadi pelabuhan berstandar nasional. yang nantinya juga akan menjadi akses menuju Pulau Wisata Oksigen. Harapannya, pelabuhannya juga diusahakan mengacu pada standar yang ditentukan. (imd/mam)

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *