Legislatif Sumenep Cari Solusi Masalah Petambak Garam

  • Whatsapp
WAKIL RAKYAT: DPRD Sumenep akan berusaha memperjuangkan dan mencari solusi bagi petambak garam di Sumenep.

Kabarmadura.id/SUMENEP-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep memperhatikan petambak garam di Sumenep. Berbagai upaya dilakukan dalam berbagai kebijakan tentang harga dan penyerapan garam yang mengembirakan petani garam.

Perhatian parlemen di Sumenep terhadap petambak garam dituangkan ke dalam beberapa solusi. Sehingga dari solusi itu diharapkan bisa mensejahterakan petambak garam.

Selanjutnya, tidak ada lagi keluhan-keluhan dari petambak garan berkenaan dengan harga yang tidak memihak, tidak terserap dan lain sebagainya. Di mana selama ini, petambak selalu mengeluhkan soal harga san serapan yang dinilai kurang maksimal, serta selalu menghantui petani.

“Kami akan berusaha membantu petambak garam, supaya keluhan yang selama ini disampaikan tidak terjadi lagi,” ujar anggota Komisi II DPRD Sumenep Akis Jazuli.

Harga garam dan serapannya, rupanya menjadi atensi tersendiri bagi legislatif di Sumenep. Sehingga semua stakeholder diharapkan terlibat langsung dalam rangka berusaha bersama-sama memikirkan petambak garam.

Disampaikan politisi Partai Nasdem tersebut, salah satu tawaran supaya harga dan serapan garam rakyat berpihak kepada petani, yakni dengan adanya badan usaha milik daerah (BUMD) yang ada di Sumenep.

Sebab Sumenep sebagai penghasil garam dengan kuantitas dan kualitas yang baik, maka dengan adanya BUMD yang bergerak di bidang pegaraman, dinilai akan menjadi solusi terhadap berbagai persoalan garam rakyat, lebih-lebih tentang harga dan serapan itu sendiri.

“Bisa menjadi pertimbangan untuk membentuk suatu BUMD. Badan usaha yang fokus di pegaraman, nantinya diharapkan mengatasi permasalahan yang sering terjadi pada petani garam, baik harga dan untuk menyerap garam rakyat,” terangnya.

Sebab selama ini, kata Akis, permasalahan harga dan penyerapan garam belum kunjung menemukan solusi yang pas bagi petani. Sehingga dengan adanya badan usaha yang fokus membeli garam rakyat, dinilai mampu mengatasi persoalan yang selama ini menghantui petani.

Sebagaimana disampaikan Akis saat mendengar aspirasi masyarakat petambak garam di Komisi II beberapa waktu lalu, pihaknya, akan memperjuangkan kepentingan-kepentingan petani.

Antara lain solusinya, yakni akan merekomendasikan bahwa supaya serapan garam petani dilakukan secara maksimal dan dengan harga yang memihak. Rekomendasi tersebut nantinya akan disampaikan ke pihak eksekutif, dengan harapan supaya juga memperjuangkan ke tingkat provinsi sekaligus rekomendasi itu juga diketahui Gubernur Jawa Timur.

Di samping itu, Pemerintah Sumenep juga mengeluarkan kebijakan, agar perusahaan-perusahaan garam yang ada di Sumenep betul-betul bisa menyerap garam rakyat dan dengan harga yang wajar.

“Karena selama ini, ada ‘gangguang’ tentang garam import. Sehingga garam lokal dengan garam impor itu bersaing dan menyebabkan harga garam lokal anjlok,” katanya.

“Kami juga akan berkoorsinasi dengan OPD terkait, seperti Disperindag dan Dinas Perikanan Sumenep supaya juga ikut serta memperjuangkan nasib petani garam,” tukasnya. (ong/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *