Legislatif Temukan Anggaran Rumah Tangga Pemkab Senilai Rp1,2 Miliar

  • Whatsapp
KM/IMAM MAHDI  TEGANG: Suasana rapat DPRD bersama OPD Sumenep dalam pembahasan RAPBD Sumenep tahun anggaran 2020, Selasa (26/11/2019).

Kabarmadura.id/Sumenep-Pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sumenep tahun angggaran 2020 berlangsung alot. Hal itu disebabkan,adanya  anggaran di Rancangan Kerja Anggaran (RKA) yang dinilai tidak jelas peruntukan programnya.

Legislatif menilai, terdapat anggaran di organisasi perangkat daerah (OPD) yang tidak steril. Akibatnya, anggaran terkesan terbuang percuma, di mana asas manfaatnya tidak jelas.

Bahkan, ditemukan anggaran rumah tangga untuk bupati Sumenep dari Bagian Umum Setkab Sumenep yangnilainya fantastis, yakni mencapai Rp1,2 miliar.

Selain itu, ada beberapa item kegiatan yang berbasis anggaran di OPD.Ketika ditanyakan mengenai urgensi dan rasionalisasinya, cenderung tidak mampu menjelaskan secara gambalang.

“Acara yang diselenggarakan OPD bersifat seremonial,” ucap anggota Badan anggaran (Banggar) DPRD Sumenep Irwan Hayat, Selasa (26/11).

Dijelaskan, kegiatan yang bersifat seremonial membuat outputnya dipertanyakan. Sehingga dinilai, perlu pembenahan-pembenahan yang harus dilalui bersama, salah satunya, dan akhirnya pihak Banggar cenderung mencoret anggaran-anggaran tersebut.

Irwan juga mencontohkan, di Bagian Energi Sumber Daya Alam (ESDA) Sumenep, terkesan memaksakan ada kegiatan atau program. Tetapi, keberadaan serta asas manfaatnya kurang begitu jelas.

Politisi PKB itu menambahkan, di Bagian Umum yang masuk di anggaran rumah tangga bupati terdapat anggaran perjalanan ke Belanda. Hal itu juga jadi tanda tanya besar, karena dinilai buang-buang anggaran.

Bahkan lebih parahnya, anggaran rumah tangga bupati yang disoroti itu, diistilahkan bahwa setelah selesai makan, piringnya dibuang, setelah makan mau makan lagi, kemudian beli piring lagi.

“Ketika kami minta rasionalisasinya saat pembahasan, Bagian Umum tidak bisa menjelaskan dengan baik, termasuk rasionalisasinya,” ungkap Darul Hasyim Fath.

Pembahasan APBD antara Banggar dan Tim Anggaran (Timgar) Pemkab Sumenep dan saat ini proses pembahasan. Diharapkan, pihak eksekutif dapat bisa merasionalisasikan anggaran yang diajukan. Lebih-lebih, membuat program yang serius dan berdampak baik kepada masyarakat, bukan hanya sekedar menjalankan program.

Untuk diketahui, saat ini total anggaran pendapatan asli daerah (APBD) Sumenep sebanyak Rp2,4 trilun. Diharapkan, anggaran tersebut tidak terbuang sacara percuma dengan kegiatan-kegiatan seremonial belaka. (imd/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *