oleh

Legislatif Wanti-wanti Insentif Nakes tidak Diselewengkan

KABARMADURA.ID, Sumenep – Insentif kepada tenaga medis (nakes) akan segera dicairkan. Pasalnya, berkas yang sudah disetor pada Dinas Kesehatan (Dinkes) oleh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumenep dr H Moh Anwar Sumenep sudah ditandatangani oleh masing-masing nakes.

Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Sumenep Agus Mulyono melalui Kepala Bidang Sumber daya Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Moh Nur Insan mengatakan, berkas nakes yang sudah diajukan pada inspektorat sudah selesai. Kemudian Dinkes mengembalikan berkas tersebut untuk di tanda tangani nakes.

“Saat ini tinggal pencairan. Sebab, para nakes sudah menandatangani berkas yang diajukan sebelumnya itu,” kataya, Rabu (30/09/2020)

Pencairan insentif nakes langsung masuk ke rekening yang bersangkutan.

Hal senada disampaikan, Direktur RSUD Sumenep dr H Moh Anwar Sumenep dr Erliyati, insentif nakes akan segera dicairkan. Sebab, penandatanganan masing-masing sudah dilakukan oleh penerima.

Dijelaskan, yang akan mendapatkan insentif terdapat 91 nakes dengan total anggaran Rp600 juta. Nakes yang dimaksud, merupakan tenaga yang selama dua bulan berjuang menangani pasien Covid-19.

Salah satu perawat pasien Covid-19 Sigit Setiawan mengakui, saat ini dirinya sudah menandatangani berkas yang sudah diverifikasi oleh Dinkes dan inspektorat.

“Jika pencairan sudah mulai, maka kami sangat bersyukur,” katanya.

Menurutnya, untuk merawat pasien Covid-19 memang tidak mudah, banyak mengorbankan waktu hingga meninggalkan keluarga. Bahkan, siang dan malam bekerja. Tujuannya, hanya untuk kesembuhan pasien Covid-19.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Sumenep M Syukri mewanti-wanti  anggaran yang sudah disediakan tidak ada penyelewengan. Harapannya, pencairan insentif tersebut betul-betul tepat sasaran.

“Jangan sampai insentif tersebut ada pengurangan pada nakes. Sebab, mereka sudah bekerja luar biasa,” katanya.

Pekerjaan yang dilakukan nakes tergolong berisiko tinggi. Sebab, menangani langsung pasien terkonfirmasi. Bahkan, selama bertugas, dia juga harus membatasi diri untuk tidak bertemu secara fisik dengan keluarganya. “pekerjaan mulia harus diimbangi dengan insentif yang maksimal pula,” ungkapnya. (imd/ong)

Komentar

News Feed