oleh

Legislator Bangkalan Janji Tambah Anggaran Khusus Penanganan Kekerasan Seksual

Kabarmadura.id/Bangkalan-Kendati menurun, kekerasan seksual pada anak di Bangkalan masih jadi masalah yang sulit tertangani dengan optimal.

Berdasarkan data Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBP3A) Bangkalan,  kekerasan seksual yang terdeteksi di Bangkalan  tahun 2017 mencapai 31 kasus, 2018 terdapat 20 kasus, 2019 ada 26 kasus, kemudian 2020 ini ada 13 kasus.

Melihat kenyataan itu, Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Nur Hasan berjanji akan mengupayakan untuk penambahan anggaran khusus penanganan kekerasan seksual ini.

“Saya akan berusaha semaksimal mungkin, selain di Komisi D, di rapat badan anggaran itu harus diperhatikan agar nanti ada penambahan anggaran yang cukup signifikan, selain fisik nanti non fisiknya dianggarkan untuk anggaran sosialisasi di  kecamatan-kecamatan,” tegasnya.

Mengenai langkah yang dilakukan Pemkab Bangkalan, menurut Kepala Dinas KBP3A Bangkalan Amina Rachmawati, adalah memprioritaskan penananganan dalam proses tumbuh kembang pada anak.

“Langkah yang harus kami lakukan, sebenarnya ini menjadi tugas kita bersama, yang pertama tentunya keluarga dari orang tua, kemudian lingkungan pendidikan, jadi dinas pendidikan dan pihak kementerian agama juga sangat berperan penting dalam tumbuh kembang anak,” katanya.

Rachmawati juga berharap dengan berperannya orang tua, dinas pendidikan maupun kementerian agama pada tumbuh kembang anak bisa menuntun mereka menggapai cita-citanya.

“Agar nanti anak itu bisa berjalan dan menuju menggapai cita-citanya yang penuh akhlakul karimah,” pungkasnya. (02km/waw)

Komentar

News Feed