oleh

Legislator Desak Pengeluaran SKKH Sapi Diperketat

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Ternak sapi Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan, masih sangat diminati oleh daerah luar. Terbukti, selama tahun 2018, tercatat sebanyak 24.484 ekor sapi Madura yang dikirim ke luar daerah.

Meski terbilang banyak, pengiriman ternak sapi itu, tidak bisa dilakukan begitu saja, sebab, setiap pengiriman sapi ke luar Madura harus dilengkapi dengan surat keterangan kesehatan hewan (SKKH).

Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Apik meminta, agar pemerintah lebih aktif melakukan pengawasan hewan ternak sapi yang dikirim keluar daerah. Pengeluaran SKKH sebagai salah satu syarat pengiriman ternak ke luar daerah, juga harus dilakukan sesuai prosedur.

Menurutnya, SKKH merupakan salah satu jaminan, jika ternak sapi yang dikirim keluar Madura, merupakan sapi-sapi yang sehat dan bebas dari penyakit hewan. Sehingga, pengeluaran SKKH harus benar-benar dilakukan secara selektif. Sebab, jika sapi yang dikirim terkontaminasi penyakir, dikhawatirkan akan menjadi citra bagi ternak di Madura, khususnya di Pamekasan.

“Sapi harus dipastikan benar-benar sehat sebelum mengeluarkan SKKH,” katanya Selasa (14/5).

Politikus partai NasDem itu berharap, meski sapi-sapi di Pamekasan sangat diminati di luar Madura, namun pemerintah harus menyesuaikan pengiriman sapi keluar daerah dengan populasi sapi yang ada di Pamekasan.

“Dengan demikian, pemenuhan daging sapi di Pamekasan juga tetap terpenuhi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasi kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Pamekasan Fathul Qorib mengatakan, setiap tahunnya sapi Madura asal Pamekasan yang dikirim keluar Madura, tak kurang dari 15 ribu ekor. Kemudian khusus di bulan Ramadan jumlah sapi yang dikirim ke luar Madura sebanyak 500 ekor.

Dilanjutkan proses pengiriman sapi itu, harus dilengkapi surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari dinas peternakan dan ketahanan pangan. Hal itu bertujuan, untuk memastikan  kondisi kesehatan dan kualitas dagi sapi tersebut.

“Sapi itu untuk disembelih, dipelihara, meliputi daerah jawa dan luar jawa,” katanya.

Untuk diketahui, pengiriman sapi ke sejumlah daerah di Jawa Timur yang dimiliki DKPP Pamekasan, melalui check point Suramadu pada 2018 sebanyak 10.746 ekor. Kemudian untuk pengiriman ke luar Jawa Timur bervariatif.

Untuk Jawa Tengah, pengiriman sapi pada tahun 2018 sebanyak 3.697 ekor. Jawa Barat sebanyak 5.604 ekor, dan ke DKI Jakarta 2.108 ekor. Kemudian pengiriman sapi ke Sumatera sebanyak 143 ekor, ke Kalimantan 25 ekor, dan 2.161 ekor ke daerah lain. (km45/pin)

Komentar

News Feed