oleh

Legislator Jatim Ingin PTM Serentak di Madura Dikaji Ulang

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Pembelajaran tatap muka (PTM) akan direncanakan digelar serentak di seluruh sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan (SMA/SMK) di Bangkalan. Rencananya, PTM itu akan dilakukan tanggal 21 September mendatang.

Namun, angka kasus pasien Covid-19 di Bangkalan belum menurun dan justru meningkat. Diketahui, per tanggal 15 September 2020, terdapat 5 orang dinyatakan terinfeksi Covid-19. Sedangkan jumlah akumulasinya mencapai 483 orang, dinyatakan sembuh 335 pasien dan 170 masih berstatus suspek.

Melihat kondisi itu, anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur (Jatim) Mathur Husyairi berjanji akan mengkaji ulang pelaksanaan tersebut dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim.

“Kami sebelummya juga melakukan kajian dengan disdik provinsi mengenai kegiatan belajar daring. Kemudian disepakati PTM bergantian,” ungkapnya.

Karena di Jakarta ada pemberlakuan pembatasan sosial skala besar (PSBB) kembali, menurut Mathur, kajian yang dilakukannya dengan Gubernur Jawa Timur juga akhirnya mengurungkan PTM serentak. Selain itu, porsi terinfeksi di Jawa Timur, utamanya Bangkalan juga naik, meski angka kesembuhannya terbilang tinggi.

“Ini akan jadi masalah, sepertinya tanggal 21 September yang akan dilakukan PTM serentak akan dikaji ulang,” paparnya.

Akan tetapi, jika memang gubernur dan Disdik Jatim memaksakan, Mathur menilai, hal tersebut terlalu berani.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) SMA dan Bidang Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) Disdik Jawa Timur cabang Bangkalan, Moh. Fauzi mengatakan, mengenai izin pelaksanaan PTM tersebut masih menunggu surat keputusan dari gubernur.

“Kami masih menunggu SK dari gubernur untuk pelaksanaan PTM serentak,” terangnya.

Dia berharap, jika nantinya dilaksanakan pada 21 September, sekolah wajib menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Sebab, dia juga tidak ingin ada kluster baru dari sekolah.

“Tetap, sekolah harus benar-benar mematuhi protokol kesehatan dan menerapkannya secara betul. Jangan sampai ada kluster di tingkat sekolah,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed