Legislator Jatim Siap Fasilitasi Pembangunan Ulang Pondok Pesantren yang Tertimpa Longsor

  • Whatsapp
(FOTO: KM-MIFTAHUL ARIFIN) SIAP FASILITASI: Anggota DPRD Jawa Timur Dapil Madura memastikan akan memfasilitasi kebutuhan pembangunan fisik pondok pesantrean yang tergusur longsor.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Daerah Pemilihan (Dapil) Madura mendatangi Pondok Pesantren An-Nidhomiyah Dusun Jepun Desa Bindang Kecamatan Pasean, Selasa (1/3/2021).

Kedatangan para wakil rakyat itu, untuk melihat secara langsung kondisi asrama putri pondok pesantren yang sebelumnya tertimpa longsor.

Bacaan Lainnya

Dari total 12 wakil rakyat Madura di parlemen Jawa Timur, hanya lima orang anggota yang hadir langsung ke lokasi. Kelimanya anrtara lain Aliyadi Mustofa, Nur Fitriyana Busyro, Musyaffak Noer, Mahhud dan Ashari.

Rombongan legislator itu tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Para wakil rakyat langsung menyerahkan bantuan sembako serta uang tunai kepada pengasuh Ponpes An-Nidhomiyah.

Usai menyampaikan bantuan, mereka kemudian memantau lokasi tebing yang longsor sembari menyerap informasi tentang kondisi dan penyebab tanah longsor dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan.

 

“Ini bentuk perhatian kami para wakil rakyat Dapil Madura dalam rangka memberikan support kepada keluarga pondok pesantren dan keluarga korban,” kata juru bicara rombongan, Aliyadi Mustofa.

Tidak hanya sebatas berkunjung dan memberikan bantuan materi untuk men-support korban, pria yang juga ketua Komisi B DPRD Jawa Timur itu menambahkan, pihaknya sudah bersepakat memberikan solusi kepada pondok pesantren dengan berkomitmen bersama untuk memfasilitasi pembangunan ulang asrama yang direncanakan akan direlokasi.

Ditegaskan, pembangunan ulang beberapa infrastruktur yang diperlukan, agar pendidikan tetap berjalan akan menjadi atensi bersama para wakil rakyat di parlemen.

Legislator asal Sampang ini melanjutkan, beberapa kebutuhan fisik yang bisa dibantu oleh DPRD Jawa Timur, salah satunya pembangunan fisik lembaga pendidikan atau asrama santri.

Sebab, lanjut dia, tidak semua kebutuhan bisa dibebankan kepada DPRD. Termasuk rekomendasi dari BPBD untuk merelokasi asrama pondok pesantren yang rawan longsor tersebut.

“Kalau ini jadi direlokasi, tentu kami berharap kepada pihak pesantren dan masyarakat di sini untuk menyiapkan lokasi, karena tidak mungkin semuanya kami yang penuhi,” pungkasnya. (pin/waw/*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *