oleh

Legislator Kaget, Insentif Pendamping PKHhanya Rp100 Ribu

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Bangkalan hanya menerima uang intensif sebesar Rp100 ribu perbulan. Kondisi tersebut dikeluhkan, sehingga mereka meminta Dinas Sosial (Dinsos) Bangkalan bisa lebih diperhatikan lagi.

Keluhan itu diungkap sejumlah pendamping PKH saat mendatangi kantor Dinsos Bangkalan, Senin (8/3/2021). Puluhan pendamping PKH itu datang ke Dinsos dalam rangka kegiatan serap aspirasi, yang kebetulan dihadiri anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Mathur Husyairi.

Dalam serap aspirasi itu, beberapa dari pendamping PKH mengungkapkan bahwa honor sebesar Rp100 ribu per bulan itu sangat kecil. Sayangnya, Kepala Dinsos Bangkalan Wibagio yang juga ada dalam forum itu, tidak menanggapi keluhan tersebut.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur Mathur Husyairi mengaku terkejutmendengar keluhan itu, yakni insentif pendamping PKH hanya diberikan sebesar Rp100 ribu perbulan. Padahal pada pendamping PKH Plus ada tugas tambahan mengantarkan dan memastikan penerima PKH lansia mengambil bantuan.

“Nanti akan kami koordinasikan pada Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Sosial agar bisa mendapatkan lebih,” ungkapnya.

Dituturkan, sebaiknya insentif pendamping PKH plus ini bisa ditambah hingga Rp200 ribu atau Rp250 ribu perbulan. Langkah yang akan diambil adalah meminta gubernur Jawa Timur terlebih dahulu.

Terpisah, Koordinator Kabupaten (Korkap) Pendamping PKH Bangkalan Heru Wahjudi mengatakan, sumber daya manusia (SDM) pendamping PKH ada 230 orang. Dari ratusan pendamping itu, ada tiga korkap, 12 administrator data dan 215 pendamping.

“Semuanya tersebar di 18 kecamatan,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed