oleh

Legislator Kerap Terima Laporan Peserta BPJS Kerap Dibebani Biaya Tambahan

Kabarmadura.id/SAMPANG-Pelayanan gratis bagi pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), tidak berlaku di Sampang. Sebab sering muncul laporan dari masyarakat bahwa ada penarikan biaya tambahan terhadap pasien peserta BPJS.

Seperti yang disampaikan anggota Komisi IVDPRD Sampang Moh. Iqbal Fathoni,pihaknya sering menerima laporan dari masyarkat terkait adanya rumah sakit (RS) swasta mapun milik pemerintah, bahkan klinik yang melakukan penerikan biaya tambahan terhadap pasien peserta BPJS.

Sehingga, pria dengan sapaan Bung Fafan ini menilai, hal itu sangat memberatkan masyarkat. Dia meminta pihak BPJS untuk bertindak tegas dengan memberikan surat peringatan terhadap klinik ataupun RS swasta tersebut.

Bahkan, jika dengan surat peringatan tidak diindahkan, maka pihak BPJS bisa tidak bekerja sama dengan klinik nakal tersebut. Karena BPJS adalah pelayanan gratis.

“Memang, jika dilihat secara jelasnya, masyarakat tidak membayar langsung, sebab yang membayarkan itu dari pemerintah. Cuma peserta BPJS itu ada yang membayar secara mandiri, artinya tidak gratis. Jadi, saya harap BPJS memberikan tindakan terhadap RSUD,RS swasta, klinik nakal yang ada di Sampang, biar hal ini tidak terus-terus terjadi,” ungkapnya, Senin (31/8/2020).

Selain itu,Fafan meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang untuk bertindak. Sebab, laporan itu bukan hanya sekali, dan ini sangat memberatkan masyarakat. Terlebih ada penarikan biaya APD yang dipakai petugas kesehatan di RS. Nindhita yang dibebankan ke pasien.

Izin RS swasta atau klinik yang sudah memberatkan masyarakat dengan tidak mematuhi aturan, diminta dicabut. Sebab, keberadaan RS swasta atau klinik ini sebenarnya diharapkan menciptakan daya saing bagi RSUD Sampang agar berbenah,  namun jika pelayanannya justru memberatkan masyarakat, maka harus ada tindakan tegas dari pemerintah.

“Kalu kami sering menerima laporan dari masyarakat, dan sudah disampaikan, uang itu harus dikembalikan ke pasien, tetapi saya tidak percaya. Artinya tetap nakal, maka dengan kelakuan tersebut dinas terkait harus mecabut surat izinnya,” imbuhnya.

Sementara itu,Humas RS Nindhita Sampang Zaini mengakui, bahwa ada penarikan biaya tambahan terhadap pasien peserta BPJS, hal itu karena ada permintaan kualitas obat yang lebih bagus.

“Ya memang ada biaya tambahan, sebab ada permintaan dari pasien, seperti obat lebih bagus, dan pasien bersedia untuk membyarnya,”singkatnya.(mal/waw)

Komentar

News Feed