Legislator Kesal, Ada Rumah Sakit Tanpa Pembangkit Listrik

  • Whatsapp
(FOTO: KM/JAMALUDDIN) GERAM: Anggota DPRD Moh. Iqbal Fathoni menyayangkan adanya rumah sakit daerah tanpa fasilitas genset.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Tidak adanya pembangkit listrik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ketapang, dinilai membahayakan pasien. Sebab, ada alat kesehatan yang sangat membutuhkan daya listrik, seperti inkubator untuk bayi. Sejak didirikan, rumah sakit diwilayah utara Sampang tersebut belum memiliki genset.

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, Moh. Iqbal Fathoni menyayangkan hal itu, karena menurutnya, fasilitas jenis genset itu sangat berkaitan dengan nyawa. Dia minta Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang lebih memperioritaskan fasilitas tersebut.

Bacaan Lainnya

Terlebih, pasien yang sangat membutuhkan daya listrik, seperti inkubator yang diperuntukan untuk bayi dan pelayanan lainnya.

“Fasilitas itu sangat berkaitan dengan nyawa pasien, apalagi pasien kondisinya kritis. Dan berdasarkan laporan dari masyarakat di pantura itu sering padam,” tuturnya, Rabu (10/2/2021).

Seharusnya, tegas pria dengan sapaan Bung Fafan itu,penyediaan genset tersebut seharusnya berbarengan dengan waktu pengoperasian rumah sakit.

“Seharusnya genset itu ada ketika rumah sakita dioperasikan, biar tidak membahayakan masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, rumah sakit adalah tempat berobat, sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu dengan adanya fasilitas tersebut. Dia mengingatkan, jangan sampai ada kejadian hilangnya nyawa pasien akibat tidak adanya listrik.

“Saya ingatkan, tidak adanya genset itu jangan sampai menghilangkan nyawa masyarakat. Dan kedepan akan terus kami pantau. Karena saya ini wakil rakyat,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur RSD Ketapang, dr. Juan Setiadi Zenniko mengatakan, fasilitas berupa genset sudah diajuan ke Pemkab Sampang di tahun 2021. Untuk sementara, menggunakan genset pinjaman dari Puskesmas Pengarengan.

“Kami bukan swasta, jadi harus menunggu dari atasan saja,” singkatnya. (mal/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *