Legislator Kritik, Pintu Masuk Madura Disambut Monumen Rongsokan

  • Whatsapp
KM/FA'IN NADOFATUL M.

Kabarmadura.id/Bangkalan-Memasuki Kabupaten Bangkalan dari akses tol Suramadu, pengendara akan disambut dengan sebuah monumen.

Sayangnya, monumen yang berada di pertigaan jalur menuju Kota Bangkalan dan Kabupaten Sampang itu, berbentuk rongsokan mobil korban kecelakaan yang sudah berkarat dan kotor.

Sejatinya, monumen di Tangkel tersebut, adalah peringatan kepada pengendara untuk berhati-hati. Namun menurut anggota Fraksi Amanat Golongan Karya Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan, Ha’i, pemandangan tersebut tidak elok jika berada di pintu masuk Pulau Madura.

Ha’i meminta, agar akses masuk menuju Madura, yakni di Kawasan Kaki Jembatan Suramadu sisi Madura (KKSJM), untuk diperhatikan pembangunannya.

“Fraksi kami meminta agar monumen rongsongkan di Tangkel itu diganti dan dimasukkan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020,” pintanya.

Harapannya, monumen rongsokan tersebut untuk diganti oleh monumen yang berhubungan dengan ciri khas Madura. Jika tidak, Ha’i meminta agar pemkab mengganti monumen rongsokan tersebut dengan bentuk lain yang sekiranya pantas untuk menyambut kedatangan para pengendara.

“Minimal harus diganti yang sekiranya pantas dan tepat dilihat dan ditempatkan di Tangkel tersebut,” ujarnya.

Selain meminta diganti, dirinya juga mendesak agar pemkab menciptakan ruang terbuka hijau di wilayah KKSJM. Hal tersebut dirasakan perlu, karena di Surabaya melakukan penghijauan di area jembatan Suramadu. Dengan penghijauan itu, dirinya ingin agar tidak timbul kesan bahwa Madura adalah daerah yang gersang dan kering.

“Kami juga minta Bangkalan sebagai mulut Madura, dari jembatan Suramadu hingga Tangkel untuk dilakukan penghijauan agar sama dengan tetangga sebelah yakni Surabaya,” pintanya.

Menanggapi adanya komentar dari legislator itu, Wakil Bupati Bangkalan Moh. Mohni belum bisa memastikan apakah ada anggaran untuk penghijauan dan penggantian monumen tersebut. Dia hanya menyebut, akan mencatat usulan itu dan dianggarkan pada tahun berikutnya.

“Kritik dari Fraksi Amanat Golongan Karya tersebut akan menjadi perhatian kami dan perbaikan monumen serta penghijauan di kawasan jembatan Suramadu sampai Tangkel akan diselaraskan dengan anggaran terlebih dahulu,” pungkasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *