oleh

Legislator Madura Usulkan Biaya Kesehatan Santri Ditanggung Pemerintah

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Persiapan new normal pendidikan diminta tidak sebatas disiapkan untuk pendidikan formal, namun non-formal seperti pondok pesantren (ponpes).

Sebagaimana diungkapkan Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPR RI) Hasani Bin Zuber, Kementerian Agama (Kemenag) RI diharapkan ikut hadir dalam mensukseskan new normal di ponpes.

Pernyataannya itu sudah disampaikan langsung kepada Menteri Agama RI Fachrul Razi saat rapat kerja (raker) dengan Komisi VII DPR RI.

Selain itu, Wakil rakyat yang familiar disapa Ra Hasani itu juga meminta Kemenag RI untuk memastikan semua ponpes di Indonesia, terutama yang sudah memulai pendidikan kembali, memahami formula new normal di ponpes.

“Tapi dalam pelaksanaannya belum maksimal. Banyak yang belum merasakan, dan belum tahu pelaksanaaan dari Kementerian Agama seperti apa itu,” ucap legislator asal Bangkalan ini kepada Kabar Madura, Selasa (30/6/2020).

Di samping itu, kader Partai Demokrat ini melihat, sejumlah ponpes di Madura sudah mulai menjalankan pendidikan di tengah wabah Covid-19 ini. Namun menurutnya, masih membutuhkan sentuhan langsung dari Kemenag RI terkait fasilitas yang dibutuhkan.

Ra Hasani melanjutkan, pelajar di pesantren mayoritas dari keluarga yang perekonomiannya menengah ke bawah, sehingga dia meminta Kemenag RI untuk membantu biaya kesehatan para santri.

“Iya, paling tidak kan pemerintah memfasilitasi beberapa hal, salah satunya pembiayaan kesehatan bagi para santri dan semua elemen di dalamnya. Kalau bicara santri ini kan perekonomiannya menengah ke bawah. Kasihan kalau masih harus menulus kesehatan rapid test,” tutup wakil rakyat Dapil Jawa Timur XI tersebut. (idy/waw)

 

 

 

Komentar

News Feed