oleh

Legislator Menilai BPWS Hanya Ciptakan Bangunan Fisik

Kabarmadura.id/Bangkalan-Wakil Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan Ha’I, memiliki penilaian terhadap pembangunan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu Sisi Madura (KKSJM) oleh Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS).

Menurutnya, pembangunan itu belum memiliki dampak positif bagi masyarakat Madura, khususnya Bangkalan. Terlebih, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, BPWS hanya melakukan pembangunan saja yang dianggap untuk mencelakai masyarakat Bangkalan.

“Salah satunya pembangunan Jalan Ketapang sampai Sendang Laok. Bagi saya itu hanya jebakan untuk mencelakakan orang Madura. Karena apa jalannya lebar? (justru) menyempit dan melebar lagi. Mereka beralasan membenahi jalam di Madura,” katanya, Rabu (4/12).

Ha’i juga menilai, BPWS hanya melakukan pembangunan di Madura, bukan membangun Madura. Sebab, program pembangunan yang selama ini dilakukannya, belum memiliki dampak positif bagi masyarakat Bangkalan, khususnya warga Kecamatan Labang yang terdampak langsung pembangunan tersebut.

“Kalau membangun Madura, dibebaskan kalau ada masyarakat yang mau dibebaskan. Namamya juga membangun Madura,” ujarnya.

Jebakan pembangunan BPWS yang dia sebut, juga terjadi di pembangunan jalan dan drainase sekitar kampus Universitas Trunojoyo Madura. Ha;i melihat, pembangunan tersebut hanya setengah-setengah, karena saat hujan sedikit, jalan menuju kampus tersebut tetap mengalami banjir.

Bahkan Ha’i mentagline, BPWS bukan membangun Madura, melainkan membangun di Madura. Ha’i juga menilai, setiap ada pernyataan peningkatan indeks pengembangan manusia (IPM), selau diklaim sudah melakukan untuk se se-Madura.

Padahal, Ha’i ingin dampak dari pembangunan itu sendiri adalah orang Bangkalan, khususnya Kecamatan Labang. Bahkan, di Bangkalan yang seharusnya dititikberatkan.

“IPM-nya itu. Mereka selalu mengklaim sudah melakukan pembangunaN di Madura seribu berapa hektar. Kalau (menurut) saya,itu tidak masuk akal. Gak ada sama sekali dan belum ada peningkatannya,” terangnya.

Terpisah, Humas BPWS Faisal Yasir Arifin menuturkan, bahwa BPWS berdiri untuk membangun Madura. Yakni melalui pembangunan yang dilakukannya selama ini semata-mata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Madura serta IPM-nya.

“Pembangunan itu dilakukan BPWS untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Madura,” jelasnya.

Selain membangun Madura melalui pembangunan infrastuktur, juga memberi pelatihan-pelatihan, seperti pelatihan industri kecil menengah, pelatihan teknologi informasi dan industri kawasan menengah.

Sementara euntuk membangun Madura ini, Lanjut Faisal, dilakukan berkesinambungan. Sehingga saat ditanya sampai kapan pembangunan dilakukan di Madura, dirinya belum bisa menjelaskan secara pasti.

Lebih jelasnya, terang Faisal, selain pembangunan Islamic Center, Tanean Suramadu, kawasan wisata pesisir pantai juga akan dijadikan sebagai kawasan bisnis.

“Itu berkesinambungan, ibaratnya membangun Indonesia. Masak iya membangun Indonesia ada selesainya,” tandasnya. (ina/waw)

Komentar

News Feed