Legislator Pamekasan Desak Penundaan Pilkades Seperti Kabupaten Lainnya

  • Whatsapp
(FOTO: KM/DOKUMEN) TUAI KRITIK: SK yang dikeluarkan bupati Sampang tentang pelaksanaan pilkades serentak tahun 2025 akan didiskusikan ke Kemendagri.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan mendesak ppemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk menunda pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada 20 September 2021 mendatang, karena akan menimbulkan kerumunan yang sangat rentan akan menjadi media penyebaran Covid-19.

Sebagaimana dikatakan  Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno, langkah penanganan Covid-19 di Pamekasan harus menjadi prioritas utama, daripada kepentingan lain yang malah akan sangat merugikan kesehatan masyarakat. Karenanya, penundaan pilkades di 74 desa tersebut diyakini jadi solusi bijak untuk menekan angka penularan Covid-19.

Bacaan Lainnya

“Pelaksanaan pilkades harus ditunda, pilkades itu salah satu acara yang menimbulkan keramaian dan tidak akan bisa jaga jarak, apalagi sekarang tempatnya terpisah-pisah, jadi aparat satgas yang akan menjaga juga tidak akan mampu,” papar Harun, Senin (7/7/2021).

Selain itu, penundaan dinilai sebagai keputusan yang tepat, karena telah dilakukan  beberapa kabupaten lainnya, seperti Sampang dan Sumenep.

“Kami berharap bupati Pamekasan juga bisa mengevaluasi, demi kesehatan masyarakat, karena kondisinya sangat urgen banget, wong setiap hari tetangga saya banyak yang meninggal, itu lho maksudnya,” tegas anggota dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Menanggapi gagasan itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa (Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Fendi Hermawan mengatakan, keputusannya masih menunggu hasil rapat koordinasi oleh pimpinannya. Karenanya, tahapan masih berjalan sebagaimana mestinya, kini di tahap pendaftaran bakal calon kepala desa (bacakades.

“Jadi kami masih belum ada petunjuk dari pak kadis (kepala DPMD Pamekasan) mengenai perihal penundaan pilkades, jika sudah ada, kami akan komunikasikan kembali,” singkat Fendi. (rul/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *