oleh

Legislator Pamekasan Pertanyakan Realisasi untuk Dana Banpol

Kabarmadura.id/PAMEKASAN – Realisasi dana bantuan politik (Banpol) di Pamekasan hingga kini belum belum ada kejelasan. Padahal, sejumlah partai politik sudah menunggu pencairan dana tersebut sejak awal tahun.

Anggota Komisi I DPRD Pamekasan Andi Suparto mengatakan, sejumlah partai politik saat ini menunggu realisasi dana Banpol yang saat ini menjadi tanggung jawab Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pamekasan.

Sebab menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima sebelumnya, pencairan dana Banpol itu akan dilakukan pasca pemilu 2019. Namun kenyataannya, hingga kini, belum ada kejelasan, kapan dana banpol tersebut akan dicairkan.

“Kami berharap segera direalisasikan apa lagi saat ini sudah selesai pemilu,” katanya senin (6/5)

Lebih lanjut politikus PAN itu mengatakan, saat ini sejumlah partai politik sangat membutuhkan dana tersebut untuk kebutuhan kegiatan parpol. Khususnya untuk membekali para kader partai.

Andi berharap,  dana banpol bisa segera dicairkan, sehingga partai politik bisa memaksimalkan  penggunaan dana banpol. Sehingga, kader-kader parpol semakin bermutu dan berkualitas.

“Jika kader berkualitas, pendidikan politik kepada masyarakat juga semakin berkualitas,” terangnya.

Terpisah,  Plt Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pamekasan Abdul Muin mengatakan, dana banpol hingga saat ini masih belum bisa dicairkan. Sebab masih menunggu laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dana banpol tahun sebelumnya dari masing-masing partai politik.

Meski sesuai surat edaran Gubernur Jawa Timur mengharuskan dana banpol tahun anggaran 2019 dicairkan pasca pemilu, namun pihaknya tidak bisa begitu saja melakukan pencairan, jika syarat dan ketentuan pencairan belum dipenuhi oleh masing-masing partai politik.

“Tunggu sajalah, Insyaallah dalam waktu dekat sudah cair,” ujarnya

Dikatakan Muin, untuk teknis pencairan, nominal dana banpol masih tetap mengacu pada jumlah perolehan suara masing-masing parpol. Nilainya untuk tiap perolehan suara adalah Rp1.900. sehingga parpol dengan perolehan suara tertinggi, akan menerima banpol paling banyak.

Untuk tahun anggaran 2018, dana banpol di Pamekasan senilai Rp1.060.725.700. Dana itu hanya diberikan kepada parpol yang memiliki kursi di legislatif atau DPRD. Sementara untuk teknis penggunaan dana tersebut, sesuai amanah regulasi, dana banpol digunakan untuk kesejahteraan kader partai politik (parpol) yang sudah duduk di kursi legislatif.

“60 persen dipergunakan untuk pendidikan politik, sisanya bisa digunakan untuk sekretariat parpol,” tukasnya. (km45/pin)

Komentar

News Feed