Legislator Pamekasan Wacanakan Vaksinasi di Acara Peringatan Maulid Nabi

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MASIH RENDAH: Capaian cakupan vaksinasi di Pamekasan masih jauh di bawah target pencapaian herd immunity.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Karena capaian vaksinasi masih rendah, Pamekasan turun level pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Sebelumnya, Pamekasan sempat berada di level 2. Untuk bisa berada di posisi level 1, cakupan vaksinasi di Pamekasan harus mencapai 70 persen.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Nanang Suyanto mengungkapkan, capaian vaksinasi di Pamekasan hingga saat ini masih 17,83 persen. Pihaknya menarget, capaian vaksinasi akan sampai 70 persen pada akhir Desember mendatang.

“Kendalanya masih banyak masyarakat yang menolak divaksin karena terpancing hoaks,” ungkap dr. Nanang.

Kendati begitu, hingga saat ini tidak ada lagi pasien terinfeksi Covid-19 dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan. RSUD Waru juga sudah tidak lagi merawat pasien Covid-19. 

Karena itu, 30 unit bed yang disediakan khusus pasien Covid-19 di RSUD Smart tidak digunakan. 10 bed di RSUD Waru juga tidak digunakan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Khairul Umam mengusulkan agar momentum maulid nabi menjadi strategi percepatan vaksinasi. Hal itu menurutnya akan efektif dibanding membubarkan setiap kegiatan maulid nabi di tengah masyarakat.

“Saat masyarakat menggelar acara maulid nabi di situ kita lakukan vaksinasi,” ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Namun menurutnya, hal itu perlu kerja sama yang baik antara Satgas Penanganan Covid-19 Pamekasan dengan berbagai elemen masyarakat, terutama dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama. Sebab menurutnya, tokoh agama lebih didengar oleh masyarakat daripada pemerintah.

“Artinya percepatan vaksinasi ini harus sama masifnya dengan sosialisasi pentingnya vaksinasi,” tambah Umam.

Dia menerangkan, keengganan masyarakat Pamekasan dalam mengikuti vaksinasi cukup tinggi di Jawa Timur. Hal itu harus segera diatasi. Cara paling efektif dalam mengatasinya yaitu dengan memerankan tokoh agama dalam sosialisasi vaksinasi. 

“Apa pun kalau sudah berkedok agama masyarakat akan lebih mudah menerima. Jadi kiyai ini harus dirangkul,” sambung Umam.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *