Legislator Ragukan Naiknya Angka Kemiskinan Pamekasna hingga 4,6 Persen

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) TIDAK PERCAYA: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan mendesak pemerintah daerah untuk memperbaiki data kemiskinan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Naiknya angka kemiskinan Pamekasan hingga 4,6 persen, membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan geram. Data laporan tahun 2020 tersebut, diminta segera divalidasi ulang.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Khairul Umam mengatakan, naiknya persentase penduduk miskin pada tahun 2020 itu terungkap dalam laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) bupati Pamekasan pada rapat paripurna DPRD Pamekasan beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Dalam LKPj itu,angka kemiskinan ditargetkan turun sebesar 12,98 persen dan realisasinya sebesar 14,60 persen. Jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2019 sebesar 13,95 persen, maka persentase penduduk miskin pada tahun 2020 mengalami peningkatan sebesar 4,66 persen.

Umam memaklumi hal itu lantaran masih dalam masa wabah Covid-19, wabah yang sangat berimplikasi terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.

“Hanya saja yang ingin saya tekankan adalah bahwa pendataan tentang peta kemiskinan itu harus detail dan otentik, karena saya lihat data kemiskinan kita itu yang terverifikasi fluktuatif, dan inikan berbahaya kalau kita tidak memiliki kevalidan data yang akurat,”papar Umam, Selasa (16/3/2021).

Menurutnya, kevalidan data kemiskinan sangat berpengaruh terhadap rancangan berbagai program pemerintah, karena data itumenjadi tolok ukurnya.

“Ayo kita rampungkan pendataan sehingga langkah-langkah berikutnya untuk mengatasi kemiskinan bisa mendapatkan solusi yang solutif,”urainya untuk menekan dinas terkait segera menyelesaikan pekerjaan itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Moh. Tarsun mengaku, peningkatan jumlah kemiskinan diindikasikan karena dampak wabah Covid-19.

Strategi dalam menyelesaikan masalah itu, kata Tarsun, dengan memberikan bantuan langsung tunai (BLT) kepada masyarakat yang terdampak. Data itu sesuai dengan data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) yang dimiliki Kementerian Sosial (Kemensos).

“Penyebabya karena adanya Covid-19, jadi banyak orang berusaha dengan kondisi saat ini sudah tidak bisa berusaha, tingkat produktivitasnya bukan hanya menurun, tetapi memulai dari titik nol lagi,”pungkasnya. (rul/waw)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *