oleh

Legislator Sampang Harapkan KBM Tatap Muka SD Tidak Sekedar Uji Coba

Kabarmadura.id/SAMPANG-Peta sebaran wabah Covid-19 di Sampang sudah berubah menjadi zona kuning, sehingga berdasarkan keputusan gubernur Jawa Timur (Jatim), diperbolehkan menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka.

Menindaklanjuti keputusan bernomor 420/11350/101.1/2020 perihal uji coba pembelajaran tatap muka terbatas itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang sudah ancang-ancang menggelar uji coba KBM secara tatap muka dan dimulai pada 24 Agustus 2020 ini.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdik Sampang, Nor Alam mengatakan, terdapat 6 sekolah yang dicoba menggelar KBM tatap muka, baik jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Pelaksanaanya berpedoman pada prinsip kebijakan pendidikan di tengah wabah Covid-19. Selain itu, tergantung kondisi sebaran Covid-19 di wilayah sekolah. Sebab untuk menjalankan uji coba ini, harus berada di wilayah zona kuning dari wabah Covid-19. Sehingga untuk sementara ini, yang dipilih ada tiga kecamatan, yakni Kecamatan Torjun, Tambelangan, Ketapang.

Untuk jenjang SMP, yakni SMP Negeri 1 Torjun, SMP Negeri 1 Tambelangan, dan SMP Negeri 1 Ketapang. Adapun untuk sekolah jenjang SD, yakni SDN 1 Torjun, SDN Tambelangan 1, dan SDN Ketapang Barat 1.

Kendati demikian, sekolah yang berada di zona kuning lainnya juga diperbolehkan menggelar uji coba KBM tatap muka, dengan ketentuan wajib memenuhi semua daftar periksa atau sarana uji coba pembelajaran tatap muka terbatas di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikbud.

Ketentuan itu antara lain seperti menyediakan sanitasi seperti toilet yang bersih, tempat cuci tangan dengan air mengalir yang dilengkapi sabun atau cairan pembersih (hand sanitizer), serta penyemprotan desinfektan sebelum dan setelah pembelajaran.

Selain itu, satuan pendidikan harus mampu mengakses fasilitas pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik, rumah sakit, dan lainnya (sudah membentuk tim siaga sekolah), termasuk kesiapan menerapkan area wajib masker atau pelindung wajah (face shield), dan para satuan pendidikan memiliki pengukur suhu tubuh jenis thermogun.

“Untuk pendidikan yang berada di zona kuning diperbolehkan uji coba KBM tatap muka, selain itu harus bisa menfasilitasi pelayanan kesehatan, dan terapkan prokol kesehatan,” ungkapnya, Minggu (23/8/2020).

Sementara itu, Anggota Pansus Covid-19 DPRD Sampang Agus Husnul Yakin ingin penerapan KBM tatap muka ini sudah disepakati oleh semua pihak. Sebab, untuk sekolah di naungan Kemenag sudah lama aktif seperti biasanya.

“Keputusan dari Kemenag dan Disdik ini tidak sama. Sebab untuk pesantrean (di bawah naungan Kemenag) semuanya sudah aktif, untuk (sekolah di bawah naungan, red) Disdik ini baru 24 Agustus ini, itu pun hanya enam sekolah di tiga kecamatan,” katanya.

Selain itu, pihaknya pernah mendiskusikan hal itu dengan Disdik dan Dinkes Sampang dan meminta tidak terlalu beralibi dengan kemungkinan timbulnya klaster baru pasien Covid-19 dari kalangan siswa. Sementara, banyak tempat umum seperti pasar yang pengunjungnya ramai dan berkerumum, namun tidak ada tindakan.

“Pedagangnya apa sudah pakai face shield, pembelinya apa pakai masker, apa mereka cuci tangan atau tidak saat masuk pasar, selain itu apakah setelah pasar itu ditutup disemprot disenfektan apa tidak, itu harus diperhatikan, dan sampai sekarang belum ada tindakan,” pungkasnya. (mal/waw)

Komentar

News Feed