Legislator Tawarkan Solusi Legalkan Pom Mini

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) MENGULAR: Antrean panjang terjadi di salah satu SPBU di Kabupaten Pamekasan akibat pengecer yang membeli BBM dengan jumlah besar.

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Keberadaan pom mini dan penjual eceran bahan bakar minyak (BBM) di Pamekasan cukup membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan dilematis.Di satu sisi, usaha menjual kembali BBM bersubsidi adalah ilegal. Namun di sisi lain, itu bagian dari salah satu denyut perekonomian warga.

Menurut Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Kabupaten Pamekasan Puja Astitik,  tidak ada usaha tersebut yang mengantongi izin. Sementara , hingga saat ini belum ada regulasi yang mengatur untuk dapat melegalkan usaha atau bisa diproses untuk memiliki izin.

Bacaan Lainnya

Kendati begitu, dirinya mengakui bahwa keberadaan para pengecer cukup membantu masyarakat yang jauh dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)

Pembelian BBM dengan jumlah besar, menurutnya, hanya diperbolehkan untuk pemilik usaha kecil melalui rekomendasi dari dinas terkait. Seperti yang telah berjalan bagi para nelayan yang membutuhkan bahan bakar untuk kebutuhan perahu.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekaan Syafiuddin menawarkan solusi agar penjual BBM eceran dijadikan sebagai mitra Pertamina. Menurutnya dengan begitu para pengecer tidak akan dihantui oleh bayang-bayang penertiban Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Sebab menurutnya, selama ini, kepadatan antrean yang kerap kali terjadi di sejumlah SPBU disebabkan oleh para pengecer yang membeli BBM dengan jumlah besar,sehingga membuat masyarakat yang ingin mengisi bahan bakar kendaraannya menunggu sangat lama.

Selain itu, hal itu dapat mempermudah pihak Pertamina yang selama ini terbukti kesulitan untuk membangun SPBU di wilayah pedesaan. Sehingga masyarakat akan tetap terbantu dengan adanya pengecer di wilayah pedesaan karena tidak perlu ke SPBU untuk mengisi BBM dengan tanpa melanggar aturan.

Menurutnya, pihaknya bersedia untuk menyambungkan aspirasi masyarakat tersebut kepada pihak Pertamina untuk dipertimbangkan mengingat banyaknya masalah yang timbul akibat penjualan BBM oleh para pengecer.

“Jadi nanti Pertamina itu akan menjadi holding company terhadap para penjual BBM eceran selain SPBU,” tukasnya. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *