oleh

Legislator Temukan Sekolah Curi Start KBM Tatap Muka

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan mencuri start dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. Temuan Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangkalan tersebut, membuat pihak Kemenag Bangkalan harus memberi klarifikasi.

Ketua Komisi D DPRD Bangkalan Nur Hasan mengatakan, ada madrasah ibtidaiyah (MI) yang sudah melakukan KBM secara tatap muka. Dirinya sempat mempertanyakan hal itu ke Dinas Pendidikan (Disdik) Bangkalan, dan mendapat jawaban bahwa sekolah itu bernaung ke Kemenag, sehingga mempunyai aturan berbeda.

“Ternyata, katanya kadisdik bahwa kegiatan KBM di MI yang bernaung ke Kemenag ini seharusnya mengikuti protap di Disdik,” ujarnya.

Atas jawaban itu, dia sudah berencana memanggil pihak Kemenag untuk mengklarifikasinya. Dia juga akan menertibkan sekolah-sekolah di pelosok yang membuka KBM secara tatap muka sebelum ada keputusan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan.

Hal itu dilakukannya, agar tidak ada kluster baru penyebaran Covid-19-19 melalui pendidikan.

“Kami akan tertibkan madrasah-madrasah yang bernaung di bawah Kemenag itu, apakah ada aturan lain selain yang dikeluarkan Disdik,” terangnya.

Pihaknya juga mengingatkan Kemenag agar menertibkan kegiatan ini. Sebab, kegiatan KBM tatap muka sudah dilakukan terlebih dahulu sebelum ada perintah dari pemerintah pusat. Kata Nur Hasan, jika terjadi kluster baru di sekolah, khususnya MI  di bawah naungan Kemenag, tanggung jawab ada di Kemenag.

Jika memang nantinya pihak Kemenag belum mengeluarkan surat izin KBM tatap muka, namun ada sekolah yang masih nekat melakukamnya, politisi dari PPP ini berharap ada ketegasan dari pihak Kemenag.

“Jadi KBM yang sudah di lakukan madrasah ini mengacu ke mana, apakah ada aturan lain khusus dari Kemenag atau seperti apa,” tanyanya.

“Pekan ini kami akan lakukan RDP dengan Kemenag mengenai hal ini. Jika memang belum ada kebijakan dari Kemenag pusat, tolong ditertibkan. Kalau memang ada regulasi selain itu, ya silakan, monggo dilanjutkan,” tandasnya. (ina/waw)

 

Komentar

News Feed