Legislator Tuntut ASN Bolos Berjamaah di RSUD Abuya Kangean Dipecat

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IMAM MAHDI) BABAK BARU: Dugaan ASN yang bolos berjama'ah di RSUD Abuya Kecamatan Arjasa Pulau Kangayan, ditindaklanjuti legislatif dengan panggil tiga OPD.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Tidak sabar menunggu penindakan terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang diduga bolos berjamaah di RSUD Abuya, Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep memanggil tiga organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Senin (11/10/2021).

Tiga OPD tersebut, yakni Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Inspektorat dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep. Namun, perwakilan Dinkes Sumenep tidak hadir dengan alasan ada rapat penting.

Bacaan Lainnya

Pemanggilan tersebut dilakukan di ruang Komisi I DPRD Sumenep pada Senin (11/10/2021). Pembahasan itu, lantaran selama ini OPD dianggap tanpa ada tindakan yang konkret terhadap kinerja rumah sakit di Kecamatan Arjasa itu.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Sumenep Mohammad Hanafi mengatakan, pemanggilan tiga OPD itu karena yang memiliki kewenangan untuk menilai dan memberikan sanksi kepada ASN nakal.

Dia ingin menegaskan, sanksi pemecatan terhadap ASN yang bolos hingga bertahun-tahun, harus berani diambil OPD tersebut. Baginya, jika laporan itu benar, hal itu menjadi perilaku yang sangat parah. Bahkan jika dibiarkan, bisa menularkan ke pegawai yang lain.

“Hasil panggilan kami, BKPSDM dan Inspektorat akan menyanksi ASN yang nakal. Tetapi menunggu regulasi,” ujar dia.

Menurutnya, ASN tidak hanya mendapat gaji tapi juga tunjangan. Oleh karena itu, jika tidak bekerja, maka semuanya sama halnya dengan memakan gaji atau tunjangan yang tidak sesuai dengan kinerjanya. Sehingga, yang dirugikan rakyat.

Sebelumnya dia mendapat laporan bahwa petugas di RSUD Abuya sebanyak 70 orang berstatus ASN. Dari jumlah itu, 90 persen berasal dari daratan dan 10 persen berasal dari kepulauan. Namun sekira 15-20 persen dari jumlah itu, diduga kerap bolos kerja.

Bahkan dia juga menerima laporan tentang anak mantan pejabat yang berstatus ASN di rumah sakit itu suka bolos. Bahkan ada anak pejabat aktif di Kabupaten Sumenep yang memiliki perilaku serupa.

Seusai dipanggil, Kepala Inspektorat Sumenep Titik Suryati kembali berjanji akan menindaklanjuti semua dugaan tersebut. Sedangkan belum adanya penindakan selama ini, Titik berdalih karena belum menemukan bukti dan laporan.

“Kami akan telusuri dulu. Bahkan, jika perlu akan ke RSUD Abuya untuk mengetahui secara langsung,” ucap dia.

Kepala BKPSDM Sumenep, Abd. Madjid membuat dalih serupa, yakni lembaganya belum menerima laporan dari OPD terkait adanya dugaan ASN yang ramai-ramai bolos di Rumah Sakit Abuya Kangean. Tapi dia berjanji akan menugaskan stafnya untuk menelusuri ASN yang bolos itu. Soal waktunya, pria berkumis menegaskan bahwa itu rahasia.

“Nanti akan diketahui sendiri, benar dan tidaknya itu, kami pasti akan berikan sanksi jika itu benar. Soal sanksinya, nantilah kita rapatkan lagi,” singkatnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Sumenep Agus Mulyono absen dalam rapat tersebut. Saat dihubungi Kabar Madura, alasannya ada banyak rapat, salah satunya rapat dengan Polres Sumenep dan dilanjutkan rapat virtual.

“Jadi kami tidak hadir dan sudah izin tadi,” tegasnya.

Mengenai tindakan ASN yang bolos, Agus mengaku akan menuntaskan masalah tersebut. Jika memang diketahui bolos, maka akan ditindak sesuai undang-undang yang berlaku.

“Itu aja, pokoknya kalau sudah tidak sesuai regulasi maka perlu ditindak. Kami akan usahakan itu,” singkat Agus.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Wawan A. Husna

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *