Legislator Ungkap Keluhan RSUD SMart atas Tagihan Air Rp50 Juta per Bulan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) WOW JUMBO: Biaya air bersih di RSUD SMart setiap bulan mencapai Rp50 juta kepada Perumdam Tirta Jaya.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Jaya kembali mendapat sorotan. Kini datang dari salah anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Moh. Khomarul Wahyudi.

Khomarul mengaku menerima keluhan dari pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan karena air Perumdam tidak lancar.

Bacaan Lainnya

Sementara iuran biaya air bersih yang dibayar pihak RSUD SMart kepada Perumdam cukup besar. Karena itu, pihaknya mengusulkan agar RSUD SMart melakukan pengeboran sumur dan berhenti berlangganan air bersih kepada Perumdam. Hal itu menurutnya akan lebih efisien. RSUD SMart tidak perlu membayar iuran bulanan kepada Perumdam.

“Ini kasihan pihak RSUD. Kenapa tidak buat sumur bor saja. Kalau air PDAM juga tidak bagus,” ujar Khomarul .

Sementara itu, Pejabat sementara (Pjs) Direktur Perumdam Tirta Jaya Pamekasan Agoes Bachtiar menyebut, tarif iuran air bersih untuk RSUD SMart tidak menentu setiap bulan. Namun, jika dihitung rata-rata, biayanya sekitar Rp50 juta setiap bulan. Namun, dia menampik kualitas air yang buruk.

Menurutnya, RSUD SMart merupakan salah satu pelanggan spesial. Sehingga pelayanan selalu diperhatikan.

“Kalau tarif setiap bulan itu fluktuatif. Tergantung pemakaian. Cuma kalau dihitung rata-rata sekitar Rp50 juta,” ungkap Agoes.

Karena kerap menerima kritik dari anggota DPRD, Agoes mengungkapkan bahwa tidak sepenuhnya kritikan DPRD itu objektif.  Agoes menyebut ada salah anggota DPRD yang memang memendam kesal padanya. Hal itu lantaran sambungan pipa air bersih ke rumah anggota DPRD itu diputus.

Pihaknya terpaksa melakukan pemutusan sepihak karena anggota DPRD tersebut tidak membayar iuran selama bertahun-tahun. Sayangnya dia enggan membuka identitas anggota DPRD yang dimaksud.

“Kalau hanya satu dua bulan kan masih wajar. Tapi kalau bertahun-tahun itu parah. Akhirnya kami putus saja,” ungkap Agoes.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *