Legislator Warning Pengerjaan Proyek Pembangunan Senilai Rp4,7 M Tidak Labrak Deadline

  • Whatsapp
JADI ATENSI: DPRD Sampang meminta pengerjaan pembangunan gedung Dekranasda senilai Rp1,3 miliar harus sesuai RAB dan selesai tepat waktu.

Kabarmadura.id/Sampang-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, memberikan peringatan atau warning keras pada pelaksana pembangunan dua gedung senilai Rp4,7 miliar yang ada di wilayah setempat. Kedua gedung itu, masing-masing kantor Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) dengan pagu anggaran senilai Rp1,3 miliar, serta kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) dengan pagu anggaran Rp3,4 miliar.

Komisi III DPRD Sampang menekankan, agar pengerjaan pembangunan harus sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) dan selesai tepat waktu. Hal itu berdasar progres pengerjaan yang saat ini masih sekitar 52 persen untuk gedung Dekranasda, sedangkan untuk gedung Diskominfo progress pengerjaannya baru 20 persen.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Abdus Salam berujar, pihaknya sengaja melakukan inpeksi mendadak (sidak) untuk mengawasi progres dan kualitas pengerjaan pembangunan gedung dengan anggaran cukup besar tersebut. Selain itu, pihaknya bertujuan agar pengerjaan dapat berjalan maksimal dan sesuai dengan RAB, serta tidak melanggar perencanaan.

Saat melakukan sidak itu, pihaknya menemukan adanya bahan material yang dinilai tidak sesuai dengan spek. Seperti, ukuran plafon yang terlihat agak kecil. Oleh karena itu, pihaknya berjanji akan mendatangi lagi dua lokasi pembangunan itu sebagai bentuk fungsi pengawasan, dengan melihat progres pengerjaan.

“Kami tetap menekan agar pengerjaan ini harus bagus, sesuai RAB dan selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik,” ucapnya, kemarin (16/10)

Politikus Partai Demokrat itu memaparkan, sejauh ini progres pengerjaan sudah mencapai 52 persen, namun pihaknya mewanti-wanti pelaksana supaya diselesaikan tepat waktu tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. Terlebih, pada tanggal 30 Oktober atau 15 hari lagi, masa kontrak kerja untuk pembangunan gedung dekranasda itu sudah habis.

Sedangkan untuk pembangunan gedung Kominfo, progresnya baru 20 persen. Dirinya meminta pihak pelaksana untuk mengerjakan pembangunan dengan maksimal, sedangkan untuk dinas terkait dapat maksimal upaya pengawasan.

“Kami harap semua pengerjaan pembangunan tidak dikerjakan asal-asalan, kualitas harus tetap diutamakan. Dinas jangan asal menerima penyerahan hasil pembangunan sebelum semuanya sudah sesuai dengan ketentuan yang ada” tukasnya.

Sementara itu, Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK) pembangunan gedung dekranasda dari Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang Ahmad Masyaffak berdalih, pengerjaan proyek itu sudah berjalan baik dan sesuai RAB. Bahkan pihaknya mengklaim progres pengerjaan sudah mencapai sekitar 70 persen. 

“Memang sebelumnya, ada temuan terkait dengan bahan material yang tidak sesuai dengan spek dan bukan bahan pabrikan, tapi itu semua sudah diubah dan disesuaikan. Kami optimis pengerjaan ini selesai tepat waktu, karena tinggal finishing,” ungkapnya. (sub/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *