Lelang JLS di Sampang Terindikasi Janggal

KM/Ist Abdussalam Anggota Komisi III DPRD Sampang

KABARMADURA.ID | SAMPANG – Lelang proyek pembangunan jalan dan jembatan lingkar selatan (JLS) Sampang sudah direalisasikan dengan proses sesuai aturan berlaku. Sebab tahapan pelelangan bisa saja terjadi kesalahan. Apalagi ada upaya manipulasi. Sehingga penentuan pemenang lelang tidak berdasarkan prosedur yang berlaku.

Data yang dihimpun Kabar Madura, proyek JLS yang akan dilaksanakan dianggarkan Rp204, 5 miliar. Lelang tersebut diikuti sebanyak 31 perusahaan kontraktor dan hanya tiga perusahaan yang melakukan penawaran. Masing-masing, PT. Asri Karya Lestari asal Kota Bekasi Jawa Barat dengan penawaran Rp200.120.560.532,49.

Selanjutnya, PT. Cahaya Indah Madya Pratama asal Kabupaten Lamongan Jawa Timur (Jatim) menawar Rp174.667.189.890,06. Terakhir, PT. Abadi Prima Intikarya dari Bekasi melakukan penawaran senilai Rp202.304.407.196,62.

Anggota Komisi III DPRD Sampang Abdussalam berjanji, akan memantau lelang proyek ratusan miliar tersebut. Sebab rentan dan terindikasi adanya kejanggalan pada proses penawaran. Sebab dari puluhan peserta, hanya tiga perusahaan yang melakukan penawaran.

“Yang jelas perusahaan yang mendaftar sebagai peserta tidak sedikit. Tapi anehnya yang menawar hanya tiga kontraktor saja,” ujarnya, Minggu (5/12/2021).

Menurutnya, lelang proyek dengan anggaran besar mestinya persaingannya ketat. Namun pada proyek JLS hanya tiga. Sehingga diharapkan tidak terjadi penyimpangan pada proses lelang. Bahkan berharap, panitia lelang tetap mematuhi aturan.

Sehingga pelaksanaan lelang tidak ada pihak yang dirugikan. Semua tahapan lelang harus mematuhi aturan yang berlaku. Sebab, lanjut dia, meski lelang dilakukan secara online tidak menutup kemungkinan manipulasi tetap bisa dilakukan.

Sehingga tidak menghasilkan pelaksana yang tepat. Dampaknya pada kualitas pekerjaan yang tidak maksimal.  “Latar belakang dan pengalaman perusahaan harus diperhatikan. Tidak kalah penting adalah track record-nya. Jika terbukti pernah bermasalah tidak boleh ditunjuk sebagai pemenang,” sarannya.

Sementara pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa Chlalilurrahman tidak berhasil dimintai keterangan. Berusaha dikonfirmasi melalui nomor ponselnya tidak tersambung. Bahkan uapaya konfirmasi melalui pesan singkat juga enggan direspon.

Tiga Perusahaan Kontraktor yang Melakukan Penawaran

  • Asri Karya Lestari Kota Bekasi Jawa Barat (Jabar)
    • Dengan penawaran Rp200.120.560.532,49
  • Cahaya Indah Madya Pratama Kabupaten Lamongan Jawa Timur (Jatim)
    • Dengan penawaran Rp174.667.189.890,06
  • Abadi Prima Intikarya Bekasi
    • Dengan penawaran Rp202.304.407.196,62

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan