Lelang Pembangunan KIHT di Sumenep Butuh Kehati-hatian

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) MEMAKSIMALKAN: Proses pembangunan KIHT hingga menjelang akhir tahun masih belum tender.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Rencana pembangunan gedung untuk kawasan industri hasil tembakau (KIHT) belum terealisasi. Hingga saat ini pembangunan dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) 2021 itu gagal lelang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep Agus Dwi Saputra menjelaskan, gedung KIHT yang akan dibangun di Kecamatan Guluk-Guluk sudah tuntas perencanaan. Saat ini tinggal menuju proses realisasinya.

Bacaan Lainnya

“Sempat ada yang masuk tapi karena tidak memenuhi persyaratan maka gagal tender,” katanya, Rabu (27/10/2021).

Di antara syarat yang harus terpenuhi dalam proses lelang, dia menyebutkan, yang bersangkutan harus memiliki sertifikat badan usaha (SBU) dengan kualifikasi usaha kecil, menengah dan besar.

“Serta disyaratkan sub bidang klasifikasi atau layanan jasa pelaksana konstruksi bangunan gudang dan industri (BG 003) sesuai dengan sub bidang klasifikasi atau layanan SBU yang dibutuhkan,” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk batas waktu yang kian sempit, maka konsekuensi jika melabrak deadline akan dipasrahkan kepada pihak ketiga pemenang tender nanti.

Karena biar hasilnya maksimal, pihaknya mengaku sangat hati-hati dalam proses dari awal, termasuk tahapan pembangunan itu benar-benar prosedural. Salah satunya, perencanaan pembangunan dimulai dari tahap studi kelayakan (feasibility study). Studi kelayakan berupa penelitian tentang layak tidaknya suatu proyek atau kawasan dibangun dan bisa mencapai tingkat keberhasilan atau tidak.

“Ternyata tim konsultan sudah memberikan keputusan di Guluk-Guluk lah yang akan dibangun, tempat lain kurang, nilainya kecil” terang Agus.

Dari studi kelayakan itu, lanjut pria yang akrab disapa Agus itu, menunjukkan hasil positif,. Sebab, syaratnya perencanaan pembangunan ini juga masih perlu masterplan dan detail engineering design (DED). Setelah itu, masih akan dilakukan kajian lingkungan.

“Dan semuanya sudah mantap, tinggal menuju proses lelang pekerjaannya,” tegasnya.

Agus melanjutkan, KIHT ini akan berbentuk kawasan khusus. Usaha-usaha rokok lokal akan disatukan di tempat itu sebagaimana salah satu tujuan adanya bantuan tersebut untuk memberantas produksi rokok ilegal.

Termasuk bentuk pembangunan itu terdiri dari beberapa los. Dan meliputi atau menyediakan beberapa layanan yang berkaitan dengan pelayanan produksi rokok, di antata memberikan kemudahan dalam melayani pengurusan cukai agar rokok itu tidak ilegal.

“Di sana nanti ada layanan untuk untuk memproses cukai, kan enak tidak jauh-jauh. Apalagi banyak di daerah itu yang sudah produksi rokok,” pungkasnya.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *