Lembaga Penegak Hukum di Pamekasan Jajaki Persiapan Sidang Perkara Via Online

  • Whatsapp
(Km; khoyrul umam syarif) Persidangan; Rata-rata sidang tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Kabarmadura.id/Pamekasan-Sejumlah lembaga penegak hukum di Kabupaten Pamekasan, mulai menjajaki sidang perkara via online atau vidio conference. Kejaksaan Negeri (Kejari) Pengadilan Negeri (PN), bersama Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Pamekasan, tengah menyiapkan beberapa perangkat pendukung untuk melakukan persidangan secara online.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Pamekasan Teuku Rahmatsyah mengatakan, untuk mencegah penyebaran virus corona atau covid-19, pihaknya telah menjajaki persiapan sidang memberlakukan sistem online atau vidio conference (vidcon). Dengan sistem vidcon persidangan nantinya akan dilakukan tanpa pertemuan antara majelis hakim, jaksa, pengacara dan saksi dalam suatu ruangan.

Dirinya menjelaskan, ada dua skema yang akan diterapkan dalam sidang online ini. Pertama ada jaksa, hakim, dan terdakwa hadir dalam vidcon. Skema ini diterapkan dalam pembuktian perkara cukup mudah. Misalnya narkoba, saksi dari penyidik datang ke Kejari vidcon dengan majelis hakim.

Sementara skema kedua, dilakukan dalam perkara pembuktian yang cukup rumit, dimana banyak menghadirkan saksi. Saksi ini datang ke pengadilan untuk vidcon dengan majelis hakim. Sementara jaksa tetap di Kejari dan terdakwa tetap di ruang tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pamekasan.

Pihaknya mengungkapkan, sidang vidcon diberlakukan untuk semua perkara. Selama sidang berlangsung, tetap memperhatikan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Proses sidang dipastikan agar berjalan sesuai KUHAP, yang sidang untuk orang dewasa terbuka untuk umum secara online, sementara untuk anak dilakukan tertutup.

“Sidang dan pelayanan lainnya secara online diberlakukan hingga wabah virus corona ini berakhir. Semuanya (jaksa, majelis hakim, terdakwa, dan saksi, red) terhubung secara online,” ungkapnya, Senin (30/3/2020).

Tidak hanya sidang perkara, pelayanan pengambilan denda tilang kendaraan bermotor juga dilakukan dengan sistem online yang akan diberlakukan sejak Senin (30/3/2020). Pria asal Aceh ini menjelaskan, pelayanan tilang secara daring menggunakan beberapa mekanisme, di antaranya pelanggar membuka website: kejari-pamekasan kejaksaan.go.id, maupun  website: info tilang Pengadilan Negeri Pamekasan, untuk melihat putusan tentang berapa besaran denda yang harus dibayarkan.

Selanjutnya kata dia, pelanggar membayar besaran denda tilang melalui bank terdekat atau melalui ATM, internet banking, dan m-banking ke rekening BPN 036 KEJARI PAMEKASAN BRI Nomor : 0061-01-002797-30-0. Nantinya bagi pelanggar yang telah melakukan pembayaran dapat mengirim bukti bayar melalui whatsapp di nomor +62878-5092-7403.

Sementara, untuk pengambilan barang bukti, atas persetujuan pelanggar barang bukti dapat dikirim melalui jasa ekspedisi dengan ongkos kirim ditanggung oleh pelanggar dan dibayarkan pada saat menerima barang.

“Bagi pelanggar tilang yang ingin mengetahui penjelasan secara lebih lanjut silakan menghubungi layanan tilang online yang telah kami siapkan di nomor whatsapp +62878-5092-7403,” jelasnya.

Sementara Bagian Humas PN Pamekasan Tito Eliandi mengungkapkan, sejauh ini untuk rutinitas persidangan di PN tetap dilakukan sebagaiman mestinya, baik perkara pidana maupun perdata, sesuai dengan adanya surat edaran Dirjen Badilum nomor 379/2029 bisa dilakukan telekonferensi dengan instansi terkait dalam mempertimbangkan beberapa amar putusan.

Dia menjelaskan, demi mejaga sterilisasi di PN Pamekasan, pihaknya sudah menerapkan physical distancing ketika ada peserta sidang yang ingin ikut persidangan, mencuci tangan sebelum masuk ruangan, dan melakukan penyemprotan disinfektan.

“Umpama persidangan pidana seperti terdakwa, seperti penasehat hukum, atau keluarga itu aja yang diperbolehkan masuk, sedangkan kalau perdata pihak-pihak perdata itu sendiri yang diolehkan hadir,” tuturnya.

Sementara itu, Pengadilan Agama (PA) Pamekasan memilih membatasi aktivitas persidangan. Jika rata-rata setiap hari efektif menggelar sekitar 25 perkara, sejak mewabahnya pandemi covid-19, selama 2 pekan terakhir setiap harinya hanya dilakukan sidang sebanyak 10 perkara.

“Rata-rata persidangan setiap hari 25, dan sekarang itu sisa-sisa tidak tentu, kurang lebih 10 kali sidang,” ungkap Panitra Muda (Panmud) Hukum PA Pamekasan. (rul/pin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *