oleh

Lenteraku Mulai Redup

Oleh : Nanik Kuswardina

Semilir angin menyelinap masuk kedalam sela-sela jantungku, kini aku hanya bisa meratapi semuanya.Kebahagiaan yang tergambar selama ini, canda tawa dan segala kesenangan usai sudah.Wangi kebersamaan tinggal bayangan, berpangku lutut dibawah pohon melinju.Menitikkan air mata itu yang aku bisa, mengingat kata-kata yang diucapkan bagai petir yang menyambar.Sungai kebahagiaanku dengan dia sudah surut, semua sudah larut seperti bubuk kopi dalam air.Membayangkan saja aku tidak mampu, apalagi harus menerima kenyataan.Sungguh diluar dugaanku selama ini, kuusap pipinya seolah tidak kuasa untuk menahan deru air mata.

Kuraba wajahnya perlahan-lahan, hidungnya tidak begitu mancung, matanya yang sipit, dan bibir ranumya memerah.Selama bertahun tahun aku menjalani semua bersama dengan dia, bahkan susah senang selalu dihadapi bersama. Aku mengira sikapku yang seperti ini akan membuat dia lebih menyayangiku. Aku mentikkan air mata, ternyata hati ini dibuat kecewa.Bahkan tidak pernah sedikitpun dia bisa memahami naluri hati ini.Penghianatan demi penghianatan dia berikan. Dia hancurkan hatiku dengan segala cara, andai kata dihantam senjata mungkin tubuhku telah berdarah dan tak bernyawa. Saat itu aku berusaha memutar kenyataan akankah ini memang benar-benra terjadi?sementara saat ini dia ada dihadapanku? Aku yang selalu berusaha menerima segala kekurangannya, namun apa yang dia berikan padaku.

“Apa kurangnya aku?Apa aku kurang menerima kekuranganmu? Apa aku kurang cantik?” kata demi kata aku ucapkan seakan ingin menamparnya namun kupikir itu sia-sia hanya menyakiti tubuhnya saja.Aku terpuruk dan hanya tertundk lesu.

“ Aku khilaf Kayra, maafkan aku. Lagi pula aku tidak pernah menaruh perasaan apapun padanya”. Semudah itu kata yang dilontarkan seolah sekejap itu juga semua akan kembali sempurna. “Kayra aku mencintaimu bahkan aku menyayangimu”.Terus dia lontarkan kata demi kata sehingga aku lelah mendengar dengusan suaranya.

“Semua sudah terlambat Rey, apa kamu kira perlakuanmu bisa dimaafkan begitu saja.Kaumemang tidak memunculkan orang ketiga dalam hubungan kita.Tapi adanya dia membuat aku tersiksa” Sebenarnya aku juga mencintai dia bahkan lebih dari segalanya.Selama ini, aku menjadikan dia pangeran dalam hatiku, bahkan aku mengutamakan dia di atas segalanya.Pernah lelah karena seharian bekerja, namun demi dia aku menuruti keinginnnya untuk kencan dan makan malam bersama. Pernah lelah pulang kerja lalu melihatnya membawa wanita lain, tetapi aku tetap percaya bahwa dia tak akan hinati aku hanya berteman saja.Karena terlalu cinta aku selalu memaafkan kesalahannya, meski aku tau dia pernah main gila dengan rekan kerjaku, entah dapat dari mana nomor ponselnya.Dulu aku wanita yang lemah lembut bahkan untuk berkata kasar padanya aku tidak bisa. Cemburu wajar, tetapi jika berkali-kali wanita mana yang tahan berada diposisiku?. Bagiku dia Raja penghuni hatiku, tetapi baginya aku hanyalah wanita yang haus akan kasih sayang dan gila akan perhatian.

“Kayra, apa aku salah jika aku hanya membantu saudaraku untuk mendapatkan cintanya? Aku tidak pernah mencintai diakan? Aku masih mencintaimu sampai saat ini.”

Air mata demi air mata kutitihkan, sampai hati Reyhan melakukan semuanya.Aku punya hati dan perasaan Rey, aku punya harga diri.Beraninya kau hianati dan ingkari segala janji dan komitmen kita.Aku lelah dengan sikapmu Rey.Begitu gumamku dalam hati.Reyhan hanya berdiri tegang, aku tahu dirinya tidak berhianat. Aku juga tahu dia tidak menghadirkan wanita lain, tetapi dengan merubah sikapnya padaku dan dengan dihadrikannya nama wanita itu dalam kehidupan hubungan kita aku cukup merasa kecewa.

“ Kapan aku di prioritaskan Rey? Apa tidak cukup selama ini kamu buat aku tersakiti? Rey aku wanitamu, aku pantas untuk bahagia”.

“Kayra, banyak wanita yang memiliki masalah melebihi dirimu. Aku tidak pernah menghianati dirimu, dia hanya calon iparku.Calon istri kakakku”.

“ Cukup Rey, aku sudah cukup mendengar celotehanmu dengan terus membela dia dan dirimu, Rey ini hati bukan tempat persinggahan dikala kesepian, aku ingin kamu pulang dan tinggalkan aku sekarang”.

Aku terpaksa mengusirnya, meski sebenarnya aku masih merindukan dia. Bodoh, ya… aku wanita bodoh yang selalu saja percaya akan permainan Reyhan. Meski aku tahu Reyhan adalah laki-laki playboy.Entah aku harus percaya atau tidak, Reyhan melajukan motornya dengan kencang.Hingga bayangannya tidak terlihat olehku.Aku tertunduk lesu.Mulutku berkata kasar tapi hatiku terluka. Rey, apa salahku? Apa pengorbananku tidak cukup membuat dirimu sayang padaku? Aku kira dirimu berubah.tetapi, ini kebaikan yang aku berikan sama sekali tidak dihargai. 15 menit kemudian ponselku berdering, ternyata notifikasi pesan masuk dari Reyhan

MyBoy :

“Aku sudah sampai rumah Kayra, maafkan aku”.

Hanya kubaca pesan darinya, kutenggelamkan wajahku di bantal.Sungguh sebuah mimpi. Lama aku tidak berjumpa Reyhan Karena memang kami LDR, tetapi setelah bertemu hanya pertengkaran dan masalah demi masalah yang datang. Aku mencintaimu Reyhan.Aku tertidur mungkin karena terlalu lelah, entah berapa jam aku tidur, setelah alarm berbunyi Adzan berkumandang.Masya Allah sudah maghrib, aku harus mandi sebentar lagi akan mengerjakan tugas kantor.Gumamku dalam hati.Lalu beranjak menuju kamar mandi, setelah menunaikan sholat dan membaca kitab suci Al-qur`an. Barulah memulai pekerjaan.Saat membuka laptop terdapat fotoku dan Reyhan disana, segera kurubah.Bahkan aku sudah mengahpsu semua fotonya dan foto kami. Mungkin dengan cara ini aku bisa melupakanmu Reyhan, kamu memang pacar pertamaku tapi bukan hakmu untuk bebas menginjak harga diriku. Cukup aku merasa seperti wanita bodoh Rey, bergegas aku ke dapur untuk mengambil minum.Ponselku bordering.

            MyBoy :

“ Selamat malam Kayra, aku mencintaimu. Aku mophon maafkan aku.Aku akan buktikan jika dirimu segalanya bagiku”.

Hany kubaca pesan darinya, hatiku sudah terlanjur sakit Rey.Silahkan usaha sekuat tenaga agar aku bisa kembali percaya.Ponselku berdering tak henti.

MyBoy :

“ Kayra, maafkan aku. Aku janji tidak akan mengulagi lagi. Aku akan menjauh dan berhenti membantu kakakku”.Sebagai wanita akhirnya aku luluh juga dan kubalas pesannya.

“ Apa jaminannya agar aku bisa percaya Rey? ”.

“aku akan mengutamakan dirimu Kayra, lihat saja”.

Sebenarnya untuk percaya pada dia lagi itu mustahil, tetapi apa salahnya jika aku memberi dia kesempatan lagi untuk bisa bersamaku, hatiku juga tidak bisa berbohong jika aku mencintainya.  “ Buktikan padaku sekarang, apa yang perlu kamu buktikan Rey”.

“ Pasti Kayra, apa yang akan dirimu minta?”.

“ Blokir nomor wanita itu”.

“ Aku tidak bisa Kayra, dia calon iparku. Sebentar lagi dia akan menjadi bagian keluargaku. Kamu jangan jadi pendendam Kayra.ingat itu”

Jadi ini yang akan dibuktikan bahwa dia akan berjuang dan berusaha demi aku? Muslihat apalagi.Aku matikan ponselku.Keesokan harinya dia memintaku untuk bertemu ditempat biasa. Sampai di sebuah taman dekat lingkar kota, aku persilahkan dia duduk. Sekarang dia bertamu dengan suasana berbeda.Tanpa basa basi Reyhan segera angkat bicara.

“Kayra, apa maksudmu berkata aku harus menjauh dari Iparku? Dia akan menjadi istri saudaraku, maka aku harus berkorban demi saudaraku. Apa aku salah Kayra?”

Aku sudah tidak bisa berucap mungkin hari ini, detik ini juga hubunganku memang harus berakhir dengan dia. Biarkan luka datang menjelma, biarkan hati ini tersakiti asal bukan suatu saat nanti.Biarlah semuanya berlalu, meski sayangku pada Reyhan mendarah daging.Tapi harga diriku lebih dari segalanya. Aku wanita yang masih memiliki masa depan sementara Reyhan terus saja menyakitiku dengan perkataan yang selalu merasa benar dan seolah-olah aku yang salah.

“ Aku hanya membenci dia Rey, karena Sri kamu berubah dan melupakan aku. Jarang memberi kabar, online namun tidak pernah sedikitpun mempertanyakan diriku.Kemana Reyhanku yang dulu? ”.

“ Apa salahnya sikapku Kayra, jangan pernah bersikap seperti anak kecil, yang selalu meminta perhatian dan pengertian. Aku juga memiliki kesibukan Kayra.bukan hanya memikirkan dirimu”

Begitu rupanya sekarang Reyhanku, dia berubah demi wanita itu.Aku cukup tau kalau kamu seperti itu, mungkin sahabatku benar semuanya tidak harus aku yang mengalah. Aku akan mengambil keputusan meski harus terluka.

“ Aku begini adanya Rey, kamu suka atau tidak terserah kamu, intinya aku benci dengan Sri. Dia perusak hubungan orang.Gara-gara dia hubungan kita seperti saat ini “.

Aku menahan isak tangis, harus kuat sebagai wanita jangan pernah merasa lemah.Sabar Kayra kamu kuat.Begitu gumamku agar tidak sedikitpun menitikkan air mata.Biarlah Reyhan berbicara nanti aka nada saatnya dimana kamu dan dia saling sadar dan membutuhkan.

“ jika aku tidak mau apa yang kau inginkan Kayra?aku kecewa padamu Kayra, sampai hati kamu membenci Iparku” ucap Reyhan padaku, bagaimana aku tidak bersikap begitu tiba-tiba dia berubah, tiba-tiba dia lupa padaku sering sibuk namun sibuk dengan Sri. Sampai-sampai foto Sri ada dimana-mana bahkan disosial medianya. Sri lebih istimewa daripada aku pacarnya.

“ Selama ini aku selalu menerima dirimu apa adanya, dan kamu balas kebaikanku dengan semua ini? “. Reyhan hanya menoleh padaku dan aku tatap matanya nanar.

“ Kalau begitu kita sudahi saja hubungan ini Kayra, aku tidak ingin memiliki wanita sepertimu, pendendam dan penuh amarah”.

Hatiku mencelos, semudah itu dia berkata, hubungan yang salama ini kita rajut dalam suka duka.4 tahun bukan waktu yang dekat untuk mengenal baik dan buruknya dia. Tapi mungkin ini sudah nasibku.Aku harus kuat begitu ucap batinku.Badanku melemah namun tidak sedikitpun aku tunjukkan padanya.Kakiku gemetar, kali ini benar-benar hubunganku dengan Reyhan harus tiada.Apa aku salah jika melarangmu terlalu dekat dengan calon iparmu Rey? Aku hanya tidak ingin dirimu terlalu mengekspose foto dia dimana-mana melebihi aku.Sebagai pacar, wajar jika aku cemburu Karena waktumu lebih banyak dengan dia daripada aku. Kencan dengan dia, makan-makan dengan dia lalu apa gunanya aku sebagai wanitamu?.

“ Jadi kau ingin putus Rey? Semoga dirimu bisa mendapat wanita lebih sabar dariku menghadapi sikapmu.Aku melepaskanmu bukan karena salahku”.

“ Iya, aku sudah muak dengan sikapmu Kayra. iparku adalah segalanya bagiku. Bahkan dia adalah wanitaku karena dia akan masuk dalam kehidupan saudaraku. sementara kamu hanya pacarku, tak akan lebih dari itu. Maafkan aku Kayra”.

Sakit hati sudah pasti, teringat saat dia sakit panas dulu di kampus, saat dia merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas.Saat aku harus berkorban demi cintanya.Saat dia sakit dikampus aku adalah orang pertama yang merasa gelisah.Saat dia memiliki masalah, aku adalah wanita pertama yang siap menjadi tempatnya untuk bersandar.Meski dia tidak pernah ada disaat aku membutuhkannya, aku mengingat semua kenangan bersamanya.Aku tertunduk lesu.

“ Iya Rey, tidak apa-apa. Aku sadar akan hal itu, aku hanya pacarmu sementara Sri adalah keluargamu.Boleh sekali saja aku memanggilmu dengan sebutan kasih sayangku?”

“ Boleh sayang “.

“ Ayah, terimakasih untuk semuanya”. Panggilan kesayanganku pada Reyhan adalah ayah Bunda, ya…. Reyhan terbiasa memanggilku bunda.Sekarang tinggal kenangan.Perjuangan cinta kita ternyata sudah sia-sia.Percuma selama ini aku ikhlas mencintai dia.

“ Bunda, anggap saja kita tidak saling mengenal. Dimanapun kita bertemu tidak akan ada saling tegur sapa. Nomormu akan aku simpan jiak kau berkenan tak apa blokir saja. Aku senang kau pernah menjadi bagian hidupku.Komitmen kita, janji kita semua sudah tiada.Aku akan mengantarmu pulang”.

Aku hanya tersenyum, tidak Rey. Aku akan meminta taksi menjemputku. “ Tidak masalah Rey, kita masih bisa beteman, aku mengenalmu baik-baik maka meski berpisah harus  dengan baik-baik. assalamualaikum Reyhan”. Aku pergi menjauh dari tempat dimana kita bertemu, Reyhanku kini sudah memilih wanita lain. Meski hanya sebatas ipar bukan selingkuhan namun caranya memperlakukan Sri sangat menyayat hatiku. semoga dirimu menemukan pendamping yang sholeha Rey. aku Sudah menjauh dan tidak tahu entah kemana Reyhan.

Sejak saat itu, aku sudah tidak pernah mengingat Reyhan dalam hari-hariku.Aku terus mencari kesibukan agar bisa melupakan dia. Terluka, kecewa, merana, tersiksa, bahkan aku sempat menderita.Aku sudah merasa dunia ini penuh dengan air mata.Semudah itu dia mengatakan komitmen dan semua janji yang pernah diucapkan harus dilupakan.Tapi aku tetap tidak berhenti berdo`a semoga aku bisa mendapatkan kekuatan untuk melalui semuanya.Pengorbananku telah padam baginya.Hingga pada akhirnya aku mengenal seorang laki-laki dari dunia maya.Kita saling memberi kabar, bahkan setiap hari, setiap malam dan setiap waktu dia menjadikan aku bagai seorang ratu.Dia memberiku kenyamanan, yang tidak pernah aku dapatkan dari Reyhan sebelumnya.Ozi, begitulah panggilannya.Dia laki-laki yang selalu menyapaku setiap kali aku membuka mataku pagi hari.Dia yang menyambut pagiku dengan penuh makna.Bahkan aku mulai merindukan dia setiap waktu, Waktu itu ponselku berdering.

OZI…..

“ Dengan siapa? “ tanyaku pada seseorang disebrang sana.

“  Selamat siang Comel, tidur ya? Dak kerja comel ?” celotehnya padaku.

Mataku terpelongo dan terbelalak, Ozi….?Benarkah dia menghubungi aku tidak terebesit dalam fikiranku dia datang siang ini.Benar saja, aku mulai mencari jika dia tidak ada.Wajahnya tak begitu tampan tapi cukup untuk melupakan Reyhan yang menyebalkan.Bukan untuk dijadikan pelampiasan, hanya ingin berteman saja dengan dia.

“ Bangun Comel…..”

“ Iya Kak, Kayra bangun. Libur hari ini minggu, Makasih sudah bangunin Kayra”

“ Sama-sama Comel “.

Ishh….sejak kapan namaku berubah jadi comel?Pernah merasakan diposisi ini dengan Reyhan, aku terlamun dalam perlakuan Reyhan.Gerak-gerik Ozi persis dengan Reyhan, dia sering berjama`ah ke masjid, perhatiannya untuk mengingatkan aku agar tidak lupa sholat, tidak lupa makan, dan tidak lupa istirahat.Tentu membuat aku tak bisa melupakan Reyhan.Semakin aku mengenal Ozi, semakin terlihat sikap Reyhan dimataku. Namun sayang Reyhanku telah memilih pergi dan memilih Sri wanita kesayangannya.

“ Aku ngajar dulu ya comel, nanti aku hubungi lagi. Jangan tidur terus”.

“ Iya iya kak”.

Hari-hariku dipenuhi dengan warna meski bukan Reyhan, tapi setidaknya aku memiliki teman untuk mengisi waktu luang.Hari itu aku terbaring lemas.Aku sakit, begitu diagnosa dokter.Aku masuk UGD tepat pukul 12.00 malam.Keluargaku yang setia menemaniku.Ozi tidak tahu jika aku sakit, aku memang sengaja tidak mengabarinya. Buat apa? Kita hanya sebatas teman.Tujuh hari aku terbaring sakit, hingga akhirnya sembuh. Aku kira Reyhan akan menannyakan kabarku waktu itu.Aku saja yang terlalu percaya diri.Jelas Reyhan berkata bahwa kita harus saling melupakan.Aku masih saja mengharapkannya.Kecewa yang aku rasakan waktu itu, ternyata Reyhan benar-benar melupakan aku. Semudah itu?.

Tiga Bulan berlalu tanpa Reyhan, aku mulai bisa semangat dan melupakan dia. Banyak teman-temanku yang yang memberi aku support.Waktu itu aku berjalan menuju halte bis, poneslku berdering.

From : Reyhan

“ Kayra apa kabar ? “

Aku hanya membaca pesannya, tidak kubalas.Karena sesuai janji kita dulu saat dia memutuskan untuk pergi meninggalkanku. Bahwa kita tidak akan bertegur sapa sekalipun bertemu.Entah apakah ini minpi atau hanya sebatas angan-angan.

From : Reyhan

“ Kayra, apa kau sudah mempunyai laki-laki lain? “

Aku tetap hanya membaca pesannya, bagiku Reyhan telah tiada. Untuk apa kembali pada Reyhan yang sudah menyakitiku berkali-kali.

“ Rey, aku mohon lupakan aku, jangan ganggu aku lagi”.

“ Kayra, aku tahu kamu masih mencintaiku. Selama 3 bulan ini aku pergi darimu, aku merasa tidak sempurna jika hidupku tanpa dirimu, aku akan melupakan Sri, dan menuruti kemauanmu Kayra kembalilah padaku “.

membaca pesannya dia kira mudah membuka hati untuknya, hanya bisa tertawa geli. Sungguh menjijikkan jika seorang pria yang sudah memintaku untuk meninggalkan dia. Masih ingin kembali lagi.Aku hanya menggelengkan kepala.Secepat itu untuk balikan?Semudah itu? Hanya dengan mengaku salah lalu aku akan membuka hati, dia salah besar.

“ Rey, kamu kira aku terminal bis? Yang seenaknya kamu datang tanpa merasa bersalah ?aku wanita Rey untuk kembali aku tidak bisa. Namun jika hanya berteman aku memaklumi “.

“ Akan Reyhan usahakan untuk mendapatkan kamu Kayra, Reyhan sayang sama Kayra. Reyhan tau Reyhan salah “

“ Sudahlah Reyhan, silahkan kamu usaha sekuat tenaga “.

Akhirnya setiap hari Reyhan dan Ozi yang menemani aku, usaha Reyhan melarang aku ini dan itu.Aku dilarang deket dengan laki-laki manapun.Dia tahu ada sebuah rasa cemburu.Kemana kemarin dia?Semua oarng berhak bahagia.Reyhan kembalikan perhatian-perhatian yang dulu pernah dia berikan.Mejadikanku seorang ratu baginya. Namun hal itu sudah terlambat, tanpa aku tahu Reyhan memblokir nomor Ozi saat kami bertemu di taman lingkar kota, bahkan dia menghapusnya. Reyhan juga memberikan ponselnya padaku meminta agar aku memblokir nomor Sri calon Iparnya itu. Apalah dayaku, sebenarnya rasa takut masih menghantui.Apa aku salah jika berteman dan memberi sebuah lorong untuk Reyhan?Hingga pada akhirnya aku tidak tahu kemana Ozi sekarang.

“ Kamu mencintaiku Kayra ? “

“ Pertanyaan apa itu Rey? Aku tidak bisa. Aku trauma”

“ Tidak apa-apa, seiring berjalannya waktu cinta kita akan tumbuh kembali. Aku merasakan sekarang Kayra.bagaimana kehilangan kamu yang selama ini sabar menghadapi sikapku.”

Bahkan Reyhan sempat berlutu didepanku untuk meminta kembali cinta dan kasih sayangnya.

“ Cukup, tidak usah memujiku dengan perkataan muslihatmu Rey, aku tahu bagaimana dirimu, dimana kamu saat aku sakit Rey? sebegitu kejamnya, sebegitu lupanya kamu sama aku? Sampai-sampai semua riuh temanku dan temanmu datang padaku. Kamu tidak ada, sebegitu sayangnya kamu sama Sri sehingga kamu lupakan aku? Sampai tega kamu bilang aku hanya pacarmu sementara Sri adalah bagian keluargamu”

“ Ya……, kamu benar Kayra. entah aku sekarang merasa lebih takut kehilangan dirimu. Aku merasakan bagaimana sakitnya berjuang sendiri.Tapi tidak akan ada kata menyerah bagiku untuk mendapatkan dirimu kembali”.

“ Silahkan berjuang Rey, sekuat hatimu. Dan terima saja perlakuanku”

“ Jangan pernah mengecewakan aku Kayra”

Semenjak kejadian itu, aku merasakan bahwa aku tidak seperti dulu.Aku menjadi wanita yang pemarah, sering merajuk tidak jelas, bahkan aku tidak pernah segan untuk menegur Reyhan secara langsung.Sikap halusku sudah hilang padanya, aku menguras kesabarannya agar dia tahu bagaimana rasanya berjuang sendiri tanpa ada yang menghargai.Hingga terkadang Reyhan merasa kalah dan menyerah.Mundur adalah pilihannya, namun detik berlalu dia tetap mempertahankan aku.Reyhan rutin menjadi ojekku dan mengantarkan aku kemanapun aku pergi.Sekarang aku adalah wanita tangguh yang membiarkan laki-laki mengejarku, tidak ada di dalam kamusku wanita yang butuh kasih sayang, tetapi laki-laki yang harus memperlakukan wnaita semulia mungkin jika memang berharga.

Wanita tidak selamanya lemah, wanita tidak selamanya bisa disakiti.Bagi kaum wanita jadilah wanita tangguh jangan sampai terlalu mecekam sakit hati apalagi sampai bunuh diri.Kalian berharga para wanita.Pertahankan kemuliaan kodrat sebagai wanita. Jika Reyhan menyayangiku dia akan berkorban membuat aku nyaman, bukan dia akan mengabaikan. Kini Reyhan sering merasa aku abaikan, tetapi dia tidak pernah lelah membuktikan.Entah sampai kapan aku bisa menerimanya kembali, yang jelas statusku tiada pasti, dan aku merasa nyaman dengan kehidupanku saat ini.Dengan semua kejadian itu Reyhan lebih dewasa dalam mengambil suatu tindakan, bersikap, dan berkelakuan, meski tanpa status kini aku dan Reyhan bagaikan adik kakak yang sejatinya selalu bersama. Terkadang dia juga berkata padaku kapan aku akan memberikan kepercayaanku lagi padanya, dan kapan hubungan kita akan menjadi seperti dulu.

Waktu demi waktu hari demi hari seiring berjalannya kisah kami, aku mulai nyaman kembali bersama Reyhan, sikapnya yang bisa mengerti aku, tingkahnya yang selalu menyayangiku dan caranya memperlakukan diriku.Hal itu membuat aku semakin takut kehilangan dia, hidup dalam sebuah hubungan tanpa status itu tidak nyaman.Namun aku berusaha untuk tidak terbawa perasaan, hingga pada akhirnya ada sebuah konflik kecil dimana hal itu memang tak pantas aku perdebatkan.Dari situlah aku sadar komitemen dalam sebuah hubungan itu penting, bahkan jika serius jangan pernah menyepelehkan perasaan.Hubungan tanpa status itu rumit, pada akhirnya aku dan Reyhan kembali bersama.Memang terdengar aneh, sedari sakitnya hati bisa terlupakan karena cinta. Namun jujur jika kalian diposisi ini, hal yang sama akan dilakukan.

Penulis adalah mahasiswa Jurusan Tadris Bahasa Indonesia Fakultas Tarbiyah.dan masih menempuh semester 6 di IAIN Madura (Institut Agama Islam Negeri Madura) yang beralamatkan Desa Pakandangan Barat Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep.

Komentar

News Feed