Lestarikan Budaya Lokal Lewat Karya. Sanggar “Makan Ati” Harumkan Nama Pamekasan di Kancah Nasional

  • Whatsapp
(FOTO: KM/IST) LESTARI: Sanggar Makan Ati komitmen lestarikan seni budaya Pamekasan dengan terus berkarya.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Sanggar Makan Ati terbukti konsisten dalam memprakarsai pelestarian seni dan budaya di Pamekasan. Sanggar budaya yang berdiri sejak tahun 1998 tersebut  memiliki misi utama yaitu melestarikan tradisi leluhur dan memperkenalkannya kepada generasi muda saat ini.

Menurut Pendiri dan Pembina  Sanggar Makan Ati Cahyanto, didirikannya sanggar tersebut berangkat dari fenomena sosial  di masa itu, para pemuda di Kelurahan Bukih yang minim kegiatan produktif.

Awal dibentuknya, atas nama Teater Makan Ati dengan menawarkan  penampilan humor dari panggung ke panggung. Namun, seiring berjalannya waktu, tahun 2006 berubah nama menjadi Sanggar Makan Ati, dengan cakupan lebih luas. Saat ini sudah menorehkan puluhan karya yang sudah sangat dikenal luas di Pamekasan, salah satunya lagu Pamekasan Hebat.

“Awal mulanya teater kami ngisi lawak-lawak gitu, jadi untuk bisa diterima masyarakat ya lewat lawakan itu, jadi diundang dari desa ke desa, perpisahan sekolah, ala kadarnya, tanpa honor, artinya waktu kami tampil, dikasih rokok satu alhamdulillah,” paparnya, Minggu (20/6/2021).

Ia bercerita, pernah mewakili Pamekasan pada even regional dan even nasional, dan menurutnya hasilnya tidak pernah mengecewakan, apalagi dapat mengangkat nama Pamekasan di kancah nasional.

“Kalau berbicara masalah karya, sudah banyak, hampir tidak bisa dihitung, karena setiap tahun sebelum masa Covid-19, kami sering terlibat di acara pemerintah, misalkan acara Semalam di Madura, Kemilau Madura, hari jadi Pamekasan, dan pernah mewakili Pamekasan beberapa kali,” ulasnya.

Dia berpesan kepada para generasi muda, agar tidak melihat warisan seni budaya dari sisi luarnya saja, melainkan harus mampu menjadi bagian dari kelompok yang ikut andil melestarikan. Sebab menurutnya, sudah sepantasnya generasi masa kini melek budaya.

“Memang kita sangat perlu mengetahui tradisi kita sendiri, ngapain kita harus belajar tradisinya orang lain, seharusnya kita kenalkan Madura ke luar negeri,”pungkasnya. (rul/maf)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *