Lestarikan Budaya Lokal, Wabup Berharap Festival Kudapan Digelar Setiap Tahun

  • Whatsapp

Kabarmadura.id/SUMENEP-Festival kudapan merupakan langkah awal untuk melestarikan budaya-budaya lokal utamnya makanan ringan yang saat ini perlu dipertahankan serta dikenalkan kepada masyarakat Sumenep. Kegiatan yang berlangsung di Gedung Korpri, Jalan dr. Cipto Sumenep itu berjalan dengan lancar.

Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Nia Kurnia Fauzi mengutarakan, kegiatan tersebut merupakan pengenalan budaya lokal agar tidak punah, utamanya makanan khas Sumenep yang juga memiliki nama yang unik dan enak. Ada 50 orang peserta dari 25 organisasi yang mengikuti festival tersebut. Setiap organisasi mewakili dua kelompok mengenalkan makanan khas Sumenep.

“Masyarakat Sumenep terkadang tidak mengenal kulinernya sendiri, oleh karenanya kami berinisiatif menggelar acara ini,” katanya, Selasa (24/9).

Ia menambahkan, makanan khas dari Sumenep ini misalnya korket, apen, daging sapi yang dipotong kecil kecil, serta jenis kudapan lainnya.

“Kegiatan festival ini merupakan yang pertama. Saat ini perlu dilakukan dengan sepenuh hati agar masyarakat mengenal semua jenis kudapan lokal tersebut,” ujarnya.

Dengan mengangkat kudapan lokal, diharapkan dapat mendongkrak ekonomi warga itu sendiri. Sebab, menurutnya, jika kuliner maju maka perekonomian masyarakat akan meningkat.

Sementara itu Wakil Bupati Ach. Fauzi mengutarakan, kuliner khas Sumenep saat ini wajib dilestarikan,agar masyarakat mengenal budaya lokal yang dimiliki. Yang terpenting menurut Fauzi, agar masyarakat Sumenep mencintai kuliner yang memang khas Sumenep untuk kemudian disosialisasikan kepada masyarakat luas.

“Saya berharap acara ini diselenggarakan setiap tahun,” ujarnya.

Fauzi menjelaskan, dirinya akan berusaha nantinya untuk mendorong Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) agar kudapan lokal tersebut dapat diperjualbelikan serta dipromosikan ke masyarakat. Bahkan diharapkan agar nantinya bisa dijual secara online agar persebarannya bisa semakin luas. (imd/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *