oleh

Lesu, Pelaku Usaha Wisata di Kabupaten Sampang “Rumahkan” Karyawan

Kabarmadura.id/Sampang-Pasca diberlakukan kebijakan menjaga jarak sosial dan beraktivitas di rumah saja, serta adanya imbauan penutupan wisata untuk mencegah penanganan Covid-19 di Kabupaten Sampang, para pelaku usaha, utamanya sektor pariwisata menjadi lesu, bahkan sebagian sudah “merumahkan” para karyawannya.

Manager Hotel Wisata Camplong Sampang Bambang Setiadi mengungkapkan, nasib wisata di tengah wabah Covid-19 kian terpuruk. Bahkan pihaknya terpaksa merumahkan sebagian karyawan lantaran kunjungan wisata ke Pantai Camplong sudah ditutup. Sementara pengunjung hotel sangat sepi, bahkan pendapatan menyusut hingga 95 persen dari sebelum adanya wabah itu.

“Kami memiliki sebanyak 36 orang karyawan, sebagian sudah dirumahkan, karena pendapatan sangat minim, saat ini hanya ada 10 karyawan yang masuk terus secara bergantian dengan libur 20 hari, tetapi kami tidak berlakukan PHK,” ucap Bambang Setiadi kepada Kabar Madura, Kamis (16/4/2020).

Dirinya menceritakan, merebaknya wabah Covid-19 sangat berdampak terhadap pelaku usaha wisata. Saat ini ungkap dia, secara nasional hampir 900 hotel dan untuk wilayah Jawa Timur sekitar 176 hotel sudah tutup. Oleh karena itu, pihaknya terpaksa merumahkan para karyawan tanpa PHK, yakni karyawan masuk bergantian, mengingat biaya operasional jalan terus, sementara pemasukan lesu, bahkan nyaris tidak ada.

“Sekarang ini pemasukan hotel hanya tinggal 5 persen saja dari biasanya, kalau wisatanya memang sudah tutup. Kami hanya berharap wabah Covid-19 ini segera berakhir dan perekonomian masyarakat kembali normal dan lancar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha mikro dan Tenaga Kerja (Diskumnaker) Sampang Suhartini Kaptiati melalui Kasi Hubungan Industrial Heru Susandra mengimbau, para pelaku usaha, baik yang bergerak di sektor wisata dan sebagainya agar segera melapork jika merumahkan para karyawan bahkan PHK. Hal itu, bertujuan untuk upaya pendataan demi keperluan program kartu pra kerja.

“Sebagain pelaku usaha enggan untuk langsung melapor, jika merumahkan karyawannya. Maka kami minta kesadaran dari pelaku usaha untuk proaktif melapor, karena hal ini terkait program prakerja bagi yang terdampak Covid-19 agar bisa mendapatkan kompensasi dari pemerintah,” singkatnya.

Sementara itu, pedagang kain di Pasar Srimangunan Kabupaten Sampang, mengeluh sepinya pengunjung yang melakukan pembelian. H. Zinal salah seorang pedagang kain mengatakan, kondisi pejualan kain saat ini sangat sepi, padahal jika kondisinya normal seperti hari biasanya pembeli kain sangat ramai, apalagi menjelang hari raya Idul Fitri.

“Karena adanya Covid-19 ini, penjualan kain sepi sekali, padahal sekarang sudah hampir lebaran,” ungkap pria yang sudah berjualan sejak tahun 90-an tersebut.

Pihaknya mengaku, akibat sepinya pembeli, pendapatan dari penjualan kain juga turun drastis. Jika pada hari biasa dirinya mampu meraup pendapatan Rp500 ribu hingga Rp1 juta, kini di tengah wabah Covid-19, dirinya mengaku bisa tidak mendapatkan pembeli sama sekali.

Tidak hanya itu, demi mendapatkan pembeli, pihaknya harus rela menjual kain di bawah harga biasanya, meski hal itu tidak memberikan untung.

“Kemarin ada pembeli, katanya mau buat masker, itupun hanya 3 meter kalau tidak salah, dan hari ini hanya dapat Rp70 ribu, pernah saya ini tidak dapat sama sekali,” imbuhnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh H. Amin. Namun dirinya lebih memprihatinkan, lantaran meski tokonya tetap buka seperti bisanya, serta harus nmenjual dengan harga di bawah rata-rata, namun tetap tidak ada pembeli sama sekali.

Dirinya berharap, wabah Covid-19 tersebut cepat selesai sehingga penjualannya kembali normal. Dirinya juga berharap, pemerintah daerah bisa memberdayakan dagangan penjual kain sebagai bahan dasar pembuatan masker, agar dagangan mereka tidak sepi.

“Kalau sebelumnya saya dapat Rp1 juta, sekarang kadang tidak dapat sama sekali, bahkan meski sekarang marak pembuatan masker, untuk kondisi pembelian kain sedikit peminatnya,” pungkasnya. (sub/mal/pin)

Komentar

News Feed