Lewati Tengkulak, Petani Tembakau Tidak Terima Harga Sesuai BEP

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) BELUM SESUAI: Harga tembakau petani di lapangan masih kerap dibeli di bawah BEP oleh para pedagang.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN-Kendati break event point (BEP) harga tembakau telah ditetapkan, fakta di lapangan masih ditemukan tembakau petani yang kerap dibeli di bawah BEP. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jaya Makmur Kecamatan Pademawu Suto Wijoyo.

“Kasihan petani kalau terus begini. Puluhan poktan mengalami begini,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, panen tembakau di semua daerah di Pamekasan telah dimulai. Namun, pembelian tembakau petani masih jauh dari harapan. Pembelian tembakau kepada petani dilakukan oleh pedagang. Namun harga pembelian oleh pedagang paling tinggi hanya mencapai Rp25 ribu per kilogram untuk tembakau paling bagus dari daerah pegunungan.

Dia khawatir harga tembakau masih dipermainkan oleh pedagang kepada petani, sementara pabrikan tetap membeli tembakau sesuai BEP. Karena itu, pihaknya meminta agar Pemkab Pamekasan meningkatkan pengawasan di lapangan, agar petani dapat menerima keuntungan yang sesuai.

Selain itu menurutnya, BEP tahun 2019 dan 2020 masih lebih tinggi dibanding tahun 2021.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan DKPP Pamekasan Tahun ini, BEP tembakau tegal senilai Rp39.661 per kilogram, tembakau sawah Rp31.545 per kilogram dan tembakau gunung Rp44.550 per kilogram.

Sementara tahun 2020 lalu, BEP tembakau tegal nilainya Rp41 449  per kilogram, tembakau sawah Rp32 708 per kilogram, tembakau gunung Rp54.437 per kilogram.

“Tolong, ini pengawasannya harus dimaksimalkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Sarana Pertanian Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Slamet Supriyadi menjelaskan, BEP merupakan acuan pembelian tembakau oleh pabrikan kepada petani. Namun demikian, kualitas tembakau menurutnya juga berpengaruh terhadap harga.

Bahkan menurutnya, harga tembakau bisa saja di bawah BEP jika kualitasnya tidak bagus. Sebab, setiap pabrikan memiliki standarisasi tertentu dan mengetahui tembakau mana yang berkualitas. Karena itu, pihaknya menyarankan, agar petani terus meningkatkan nilai tawar tembakau kepada pedagang.

“Kalau kualitasnya memang tidak bagus, bisa saja harga jualnya di bawah BEP,” ujarnya.

Sementara di Sumenep, alasan hingga saat ini tidak semua gudang buka lantaran ada persyaratan perlu dipenuhi dengan ketat. Termasuk protokol kesehatan (protkes) yang ketat.

Kepala Bidang (Kabid) Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Sumenep Kukuh Agus Susyanto mengatakan, bagi gudang yang buka akan disurvei oleh tim khusus. Sebab, di masa wabah Covid-19 sangat cukup beresiko dalam kegiatan kerumunan.

Ada dua gudang yang saat ini berpotensi buka, yakni PT Giri Dipta Sentosa di Guluk-Guluk (untuk produk rokok Gudang Garam) pada 7 Agustus dan PT Gelora Jaya di Gedungan (untuk produk khusus Wismilak) yang akan buka 11 Agustus 2021.

“Untuk yang buka tanggal 7 Agustus 2021 masih akan disurvei ke lapangan, kalau tidak penuhi persayaratan maka tidak akan diperkenankan buka,” katanya, Minggu (8/8/2021).

Kendati diperketat, anggota komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Juhari meminta agar semua gudang harus segera dibuka. Sebab, saat ini sebagian petani tembakau mulai panen. Dia juga berharapan tidak ada pihak yang mempersulit gudang agar tembakau petani cepat terbeli pabrikan.

“Para petani tembakau sudah rindu akan dibukanya gudang. Mengingat tembakau yang panen masih menumpuk tidak dilakukan penjualan,” harap Juhari. (imd/waw)

 

 

(ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *