Libatkan 104 Kurir, Perusahaan ‘Jasku’ Karya Pemuda Pamekasan Raup Omzet Rp18 Juta per Bulan

(FOTO: KM/ALI WAFA) INOVATIF: Seorang pemuda Pamekasan menciptakan perusahaan ‘Jasku; yang bergerak di bidang transportasi dan ekspedisi.

KABARMADURA.ID | Pemuda satu ini tergolong jeli dalam menangkap peluang ekonomi di masa pandemi. Ia mendirikan perusahaan bernama ‘Jasku’ yang bergerak di bidang transportasi dan ekspedisi. Ia bernama Jaka Kundaly, alumnus Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

ALI WAFA, PAMEKASAN 

            Ia menceritakan, perusahaannya tersebut dibentuk pada 9 Agustus 2020. Bagi kalangan milenial di Pamekasan, Jasku sudah tidak terlalu asing. Sebab, sebagian telah menggunakannya sebagai alternatif pilihan dalam antar jemput orang atau makanan.

Pria kelahiran  6 Juli 1995 itu tersebut mengaku tidak terlalu banyak modal yang dikeluarkan dalam mendirikan Jasku. Ia hanya membeli sistem aplikasi senilai Rp60 juta. Saat itu, ia masih bekerja sebagai penjaga konter HP.

“Sekarang saya sudah meninggalkan pekerjaan saya yang awal dan fokus memperluas lapangan pekerjaan untuk orang lain,” ungkap Jaka.

Ia juga mengatakan, bahwa dirinya belajar dari sistem perusahaan yang lebih besar seperti Grab dan Gojek. Tidak hanya itu, beberapa perusahaan ekspedisi juga menjadi referensinya. Setelah memiliki sistem, ia berusaha mencari kurir untuk melayani pengguna jasanya. Tiga bulan pertama, ia sendiri yang bertindak sebagai kurir.

Tidak hanya itu, ia menggunakan jasa endorse seperti selebgram untuk mempromosikan usahanya tersebut. Alhasil, tidak butuh lama, Jasku mulai dikenal publik. Bahkan, hingga saat ini, Jasku telah memiliki 104 kurir. Menurutnya, salah satu kelebihan Jasku yaitu bisa diakses melalui WhatsApp.

Pengguna jasa Jasku cukup memesan melalui WhatsApp dengan tarif jauh rendah di bawah Grab dan Gojek. Hal itulah yang menjadi salah satu penyebab Jasku cepat berkembang. Terkait pemesanan makanan, bisa untuk seluruh tempat makan di Pamekasan.

Ia juga menuturkan, dalam perusahaan Jasku, kurir merasa sangat diuntungkan. Sebab, setiap kali menerima pesanan, kurir hanya menyetor Rp1 ribu ke perusahaan, dan sisanya masuk ke kantong kurir yang bersangkutan.

Dalam setiap bulan, tambah Jaka, grafik omzet terus meningkat. Saat ini, omzet yang didapat mencapai Rp18 juta setiap bulan. “Alhamdulillah, dari usaha ini, hasil yang sangat saya rasakan, saya bisa membeli rumah sendiri,” pungkas pria berusia 26 tahun itu.

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

 

 

Tinggalkan Balasan

1 Komentar