oleh

Libur Melaut karena Covid-19, Gowes Bung!

Kabarmadura.id/BANGKALAN-Wabah Covid-19 menjadikan sebagian besar warga harus lebih banyak beraktivitas di rumah.  Bahkan, kegiatan publik yang melibatkan banyak orang, harus dibatasi. Namun ada ragam cara dilakukan warga untuk melepas jenuh. Salah satunya, seperti yang terlihat pada Minggu pagi (5/7/2020).

Terlihat para bapak-bapak memakai baju ketat menaiki sepeda dengan helm di kepala dan memakai masker sedang berkumpul di jalan Desa Langkap, Burneh. Kabar Madura berinisiatif mengajak mereka ngobrol, mumpung belum berangkat dan anggotanya belum terkumpul semua.

Ternyata mereka adalah anggota komunitas Gowes Langkap Comunity (GLC) yang baru saja dibentuk.

“Kami mau gowes ke Kwanyar,” ungkap kata Amin, salah satu anggota perkumpulan tersebut yang juga sebagai ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Sebelum mereka berangkat, Koordinator GLC Mohammad Sahruwardi menceritakan, komunitasnya terbentuk antara 3 hingga 4 bulan yang lalu. Di mana anggota GLC ini banyak yang berprofesi sebagai pelaut atau anak buah kapal (ABK) penumpang.

Sejak wabah Covid-19, mereka dipulangkan dan diistirahatkan untuk sementara dari pekerjaannya. Guna mengisi waktu dan rasa bosan saat menunggu panggilan kembali dari perusahaannya, bersepeda menjadi pilihan mereka sembari berniat olahraga.

“Kurang lebih 15 orang,” ujar Sahruwardi menerangkan jumlah anggotanya.

Nama GLC, diambil karena komunitasnya beranggotakan orang-orang Desa Langkap saja. Tetapi seiring dengan kegiatannya yang rutin, makin banyak yang ingin ikut dalam komunitas gowes ini.

Meski ada juga anggota yang berasal dari luar Desa Langkap, seperti Desa Burneh, Desa Langkap untuk ditonjolkan sebagai identitas komunitasnya. Dalam sepekan, bisa 2 kali gowes, setiap hari Sabtu dan Minggu. Rutenya hampir semua desa di sejumlah Kecamatan Burneh sudah dilalui. Mulai dari melintasi Suramadu hingga keliling Kota Bangkalan.

Dalam memilih rute perjalanan, mereka tak segan memilih jalur yang cukup menantang. Selain jalan berliku, mereka juga kerap memilih  rute jalan tanjakan. Tujuannya juga tidak sekedar olahraga, namun sedikit berwisata.

Kendati demikian, Sahruwardi selalu berpesan pada anggota lainnya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Menurutnya banyak manfaat yang dia dan anggota GLC lainnya rasakan selama gowes di tengah wabah Covid-19. Ketika melintasi alam pedesaan, ada pemandangan yang indah dengan udaranya yang masih segar. Terlebih, suasana itu sudah jarang dialami anggotanya yang selama ini melaut.

“Semua lelah saat mengayuh sepeda terbayarkan,” terangnya sambil mengkroscek anggota lainnya yang belum datang.

Pukul 05.15 pagi, anggota telah berkumpul semua. Sahruwardi izin pamit untuk segera berangkat agar tidak terlalu siang.

“Maksimal gowes dari jam 05.00 sampai antara pukul 09.00 hingga 9.30 WIB,” tutupnya. (ina/bri/waw)

Komentar

News Feed