Lima BUMDes Mati Tidak Disanksi

  • Whatsapp
BUMDes: Tampak aktivitas pelayan BUMDes Delta Mulia yang menjadi BUMDes tersehat di Pamekasan.

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Kendati sudah ditemukan sebanyak 6 badan usaha milik desa (BUMDes) yang mati, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) tidak bisa berbuat banyak. Bahkan, 5 dari 6 yang macet total itu, bergerak di bidang pengelolaan keuangan. Dalam praktiknya, berupa koperasi simpan pinjam.

Kondisi itu, menimbulkan kesan bahwa pendirian BUMDes hanya sekadar untuk merealisasikan anggaran, tanpa dipertimbangkan dampak manfaatnya. Selain hanya mendata,  Dinas PMD juga tidak berwenang menjatuhkan sanksi maupun merekomendasikan tindakan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Kepala Dinas PMD Pamekasan Ach. Faisol  mengatakan, pihaknya tidak bisa memberikan sanksi kepada enam kepala desa yang BUMDesnya macet. Meskipun, BUMDes tersebut bergerak dalam bidang usaha koperasi simpan pinjam. Alasan DPMD, pihaknya bukan lembaga yudikatif dan auditor.

Jika dua fungsi tersebut dilakukan, mengontrol dan mengaudit, menurutnya sudah melebihi kewenangannya. Sejauh ini, yang dilakukan hanya pemberdayaan, bukan pengawasan.

“Kami tidak bisa mengintervensi mereka sampai masuk ke dalam. Ruang kami melatih atau memberikan keterampilan kepada mereka bagaimana tatacara pengelolaan yang baik, jadi kalau kontrol terus, kami tidak bisa melakukannya, itu ranahnya orang (pihak) lain,” paparnya.

Soal keberadaan BUMDes yang menggunakan penyertaan modal dari dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD), jelasnya memiliki dasar yang jelas, sehingga tidak menyalahi aturan.

“Kami merujuk pada permendagri dan permendes mengenai penyertaan modal dari DD, jadi itu yang memang diharapkan oleh pemerintah,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat  Dewan  (DPRD)  Pamekasan, Ismail mengharapkan, dinas terkait tidak membiarkan begitu saja terkait mandeknya BUMDes. Selain itu, harus ada pendampingan serius agar kinerjanya maksimal.

“Kami sarankan agar ada pendamping khusus untuk BUMDes, yang ahli di bidang BUMDes, ahli di bidang perekonomian dan bisnis sehingga business plan-nya jelas, jadi tidak boleh dibiarkan begitu saja,” katanya.

Sebelumnya, Dinas PMD Pamekasan mencatat, terdapat 101 BUMDes yang berdiri di Pamekasan. Namun, dari jumlah tersebut, masih sebatas inventarisir, karena 51 di antaranya baru perencanaan.

Bahkan, dari 101 BUMDes itu, baru 60 BUMdes yang sudah terbentuk dengan berbagai kategori usaha. Dari jumlah itu, yang katagori usahanya aktif dan berjalan ada 20 desa, macet ada 6 dan 24 desa katagorinya baru dibentuk. (km47waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *