oleh

Lima Cabor Vakum, Anggaran Rp500 Juta KONI Sampang Tidak Terserap

KABARMADURA.ID, Sampang – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sampang tampak kurang memaksimalkan dana hibah. Akibatnya, hingga jelang tutup tahun anggaran berjalan, sejumlah cabang olahraga (cabor) anggota KONI tidak beraktivitas.

Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Sampang menyebut, merebaknya wabah Covid-19, juga menjadi pemicunya. Akhirnya, intensitas aktivitas dan realisasi program kerja cabor anggota KONI berkurang. Hal itu diketahui dari kondisi dana hibah pembinaan atlet dan cabor yang belum terserap hingga sekarang.

Pelaksana Tugas (Plt) Disporabudpar Sampang Imam Sanusi berujar, sebelum adanya wabah Covid-19, pagu hibah untuk cabor anggota KONI Rp2,7 miliar. Namun, dilakukan refocusing karena adanya wabah itu, sehingga tersisa Rp1,7 miliar yang diperuntukkan bagi semua cabor.

Sayangnya, sampai saat ini masih terdapat sejumlah cabor yang diketahui belum melakukan serapan dana hibah tersebut. Kata Sanusi, cabor yang serapannya masih nol persen sampai sekarang, meliputi Taekwondo, Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI), Pengurus Persatuan Penembak Indonesia (Perbakin), Lersatuan Organisasi Olahraga Wanita (PERWOSI) dan Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI).

Sedangkan cabor yang lainnya relatif sudah melaksanakan serapan dengan tingkat yang beragam. Itu disesuaikan kebutuhan dan ketersedian anggaran, karena pagu setiap cabor tidak sama. Dana hibah tersebut diperuntukkan untuk pembinaan atlet dan kegiatan/program kerja semua cabor anggota KONI Sampang.

“Dari total sekitar 18 cabor anggota KONI, masih ada lima cabor yang sampai saat ini belum menyerap dana hibah. Sehingga, masih terdapat anggaran Rp500 juta yang ngendap di rekening,” ujar Imam Sanusi saat dikonfirmasi Kabar Madura.

Dana hibah yang terserap oleh cabor kurang lebih sudah mencapai Rp1,2 miliar. Itu dalam kurun waktu 10 bulan terakhir. Untuk itu, Sanusi terus mendorong semua cabor agar memaksimalkan penyerapan anggaran yang ada dengan tetap berhati-hati.

“Meski dana hibah ini belum terserap maksimal, harus tetap berhati-hati jika akan memamfaatkannya. Untuk kegiatan yang belum di-SPJ-kan agar disegerakan sebelum tutup tahun,” urainya.

Menanggapi hal itu, Ketua KONI Sampang Syarifudin melalui Ketua Bidang Bina Prestasi (Binpres) Mas’udi menerangkan, selama wabah Covid-19, aktivitas latihan para atlet tetap rutin dilaksanakan. Itu dipandu oleh masing-masing cabor dan pembinaan dari instansinya tetap intens. Jadi meskipun belum ada serapan anggaran, tidak lantas cabor vakum, tetap ada aktivitas dan kegiatan, kemungkinan belum di-SPJ-kan dan atau ada kendala lainnya.

“Kalau hasil pengamatan dan evaluasi kami, para atlet cabor ini tetap rutin latihan, meskipun di masa covid-19 dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Jadi, tidak vakum,” kelitnya. (mal/nam)

Komentar

News Feed