Linda, Pelatih Sepak Bola Perempuan Satu-Satunya di Madura

  • Whatsapp

Ada sesuatu yang menarik dari Hari Ulang Tahun Kabar Kabar Madura (HUT KM) ke-7 yang diselenggarakan beberapa waktu lalu di GOR A Yani Sumenep.

Dalam HUT KM yang dikemas dengan Festival Sepak Bola Grassroot untuk U-12 tersebut terdapat seorang pelatih perempuan yang sosoknya membuat banyak orang penasaran.

Moh Tamimi, Sumenep

Herlinda Kurnia Tri Utami merupakan pelatih (coach) perempuan satu-satunya dari sepuluh pelatih yang hadir pada waktu itu, Ahad (30/6).

Usut demi usut, ternyata perempuan muda yang satu ini bukan hanya satu-satunya pelatih perempuan yang datang waktu itu, tetapi satu-satunya coach perempuan di Madura dan berlisensi.

Lisensi sarjana Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Universtias Islam Madura ini memang tidaklah tinggi, lisensinya D. Itu pun baru ia dapatkan seminggu menjelang bulan puasa tahun ini.

Melatih anak-anak setingkat SD, sudah ketigakalinya dialami Linda, sapaan akrabnya, dengan yang di GOR A Yani tersebut.

Sebagai sesuatu yang tidak biasa di sepak bola, perempuan kelahiran Pamekasan, November 1994 ini pernah mendapat anggapan yang tidak baik oleh orang-orang sekitar. Anggapan-anggapan miring tersebut , menurut Linda, ia biarkan saja menjadi angin lalu.

“Enggak, mas, karena kan berangkatnya memang dari atlet, jadi sudah biasa kumpul dengan cowok-cowok,” ungkap Linda saat dihubungi lebih lanjut, Kamis (4/7).

Awalnya, Linda mengaku bahwa dirinya sebelumnya merupakan atlek sepeda BMX.

Tetapi ia pindah haluan ke sepak bola karena adanya berbagai hubungan dengan teman-temannya untuk masuk ke dunia sepak bola, hingga akhirnya ia mengikuti tes untuk pemberian lisensi pelatih dan lolos.

Selama ini, meskipun dunia sepak bola masih terbilang baru baginya, gadis cantik nan enerjik ini mengaku menikmati apa yang dikerjakannya itu.

Di sana dan di berbagai pertemuan, selalu ada hal-hal yang bisa diambil pelajaran, sambil lalu mengajar anak-anak, ia juga belajar dari pengalamannya tersebut.

Singkatnya, di sepak bola, tidak hanya tentang bola, namun lebih dari itu ia belajar tentang kehidupan. (pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *