oleh

Lokasi Cagar Budaya Dibangun Kandang Ternak

Kabarmadura.id/SUMENEP-Salah satu cagar budaya Benteng Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, Sumenep, dijadikan kandang sapi, kambing, dan didirikan bangunan di dalamnya. Padahal, peninggalan sejarah atau cagar budaya itu tidak boleh diubah atau ditempati oleh apapun untuk menjaga kelestariannya.

Kepala Bidang Kebudayaan Robi Firmansah Wijaya mengungkapkan, pihaknya ingin duduk bersama dengan pemilik lahan cagar budaya tersebut supaya bisa diambil alih pihak Dinas Pariwisata Budaya Pemuda dan Olahraga yang sebelumnya dimiliki oleh Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur.

“Mestinya itu, paling tidak duduk bersamalah antara pemkab dengan provinsi setelah ditetapkan menjadi cagar budaya. Apapun itu, bentuk kegiatan di luar itu, semestinya kan tidak boleh, tapi kami tidak punya kuasa, bukan kami yang punya lahan, tidak tahu lagi itu bagaimana,” ungkap Robbby saat ditemui di kantornya.

Sebelumnya, tanah cagar budaya seluas 12.765 meter persegi tersebut pernah diajukan untuk diambil alih Disparbudpora Sumenep pada tahun 2012, namun tidak mendapatkan respon dari pihak Pemprov Jawa Timur.

Peninggalan Benteng Belanda pada tahun 1785 tersebut tidak terurus dengan baik meskipun sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Provinsi Jawa Timur, bahkan di dalamnya pernah dibangun lapangan volly, garasi, kadang dan tepat di sebelah utaranya dibangun kandang sapi.

Robby menambahkan, seandainya tempat tersebut dikelola dengan baik menjadi destinasi wisata, maka akan sangat menarik dan mampu meningkatkan tingkat perekonomian masyarakat setempat karena banyaknya wisatawan yang berkunjung ke sana.

Di sana juga sudah ada petugas Badan Pelestarian Cagar budaya (BPCB) yang menjaga cagar budaya tersebut. Sayangnya, petugas itu tidak begitu berkuasa dalam melesatarikan cagar budaya tersebut, ia hanya diperkenankan  merawat dan mengurus bagian depannya saja. (mad/waw)

Komentar

News Feed