oleh

Loloskan Peserta, Panitia Diduga Tetapkan Bandrol

Rekrutmen Tenaga non-ASN Rumah Sakit

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Seleksi pegawai rumah sakit non aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Sampang diduga penuh permainan. Pasalnya, salah satu peserta menuding ada bandrol harga untuk bisa lolos dalam pengumuman terakhir.

Tidak hanya itu, diduga sejumlah peserta yang lolos adalah orang titipan. Seperti sejumlah peserta yang diketahui kerabat para pejabat di Sampang. Akibatnya, tidak sedikit peserta yang kecewa.

Salah satu peserta berinisial ND mengaku kecewa dengan rekrutmen yang dilakukan pemerintah. Sebab ada unsur sogok-menyogok untuk bisa lolos setiap tahapan. Termasuk pada penentuan pengumuman terakhir. “Ada diantara kami harus membayar,” katanya.

Dia menceritakan jika beberapa peserta lainnya sudah menemukan bukti yang sama. Jika ada oknum-oknum yang meminta uang dengan jaminan bisa lolos. Dan terbukti ada beberapa nama yang membayar lolos sebagai tenaga non-ASN.

Inisial ND mengaku jika kecurangan dilakukan sejak masa verifikasi berkas. Banyak orang titipan yang tidak mendaftar sesuai ketentuan. Tapi namanya mendadak ada di daftar hasil verifikasi. Terlebih saat menjelang pengumuman.

“Kita lihat saja di antara para peserta yang lolos. Sebagian besar adalah titipan. Bahkan sebagian adalah kerabat pejabat,” ungkapnya.

ND mengaku kecewa dan dirugikan. Sebab meski tahapan demi tahapan dilakukan secara online namun rekayasa tetap dilakukan. Sehingga para pendaftar dirugikan baik secara waktu dan materiil.

Ketua Panitia rekrutmen tenaga non ASN di lingkungan RSUD dr. Moh. Zyn dan RSD Ketapang Abd. Hannan menepis dugaan itu. Dia mengatakan jika tidak ada unsur bayar membayar. “Yang jelas tidak ada bayar membayar itu mas,” katanya.

Ditanya soal perhitungan akumulasi nilai? Pihaknya enggan menjelaskan detail. Bahkan menurutnya tidak rekayasa. “Itu dilakukan secara terbuka dan online,” ucapnya. (man/mam)

 

 

 

Komentar

News Feed