Longgarnya Penyekatan Suramadu, Pokdarwis Minta Ada Kebijakan Pariwisata Baru

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ISTIMEWA) SEPI: Warga berpose di salah satu obje wisata di Bangkalan yang masih buka saat melonjaknya angka pasien pasien Covid-19.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Setelah longgarnya penyekatan di Jembatan Suramadu dan Pelabuhan Kamal, menjadikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bangkalan meminta ada kebijakan baru.

Penyekatan tersebut, diakui berdampak besar pada sektor pariwisata yang sempat diizinkan beroperasi pada pertengahan Mei 2021 lalu atau setelah Idul Fitri. Selama penyekatan Suramadu, banyak objek wisata pengunjung.

Bacaan Lainnya

Menurut Ketua Pokdarwis Bangkalan Kholifi Aziz, sejauh ini, wisata yang dikelola oleh desa masih dibuka. Namun, wisatawan yang datang merosot hingga 80 persen semenjak penyekatan. Diakuinya, hal itu karena masyarakat memiliki kesadaran untuk berdiam diri di rumah.

Sepinya wisatawan juga membuat sebagian objek wisata yang ditutup. Jika tidak ada kebijakan baru, menurut Kholifi, akan mempengaruhi pendapatan untuk operasional tempat wisata.

“Sifatnya dibuka, cuma sepi tidak ada pengunjung. Beberapa wisata seperti di Lanjing ditutup sekaligus dalam perbaikan karena abrasi,” katanya.

Sedangkan objek wisata yang tetap dibuka kala meningkatnya kasus Covid-19 ini, diakui karena para pelaku usaha wisatanya sudah komitmen menerapkan protokol kesehatan (protkes). Namun, kata Kholifi, mereka mengeluhkan minimnya pengunjung, namun tetap terbebani biaya operasional wisata.

Selain itu, pelaku usaha juga diklaim ingin memulihkan perkonomian di Bangkalan akibat wabah Covid-19, sehingga tetap membuka objek wisata yang dikelolanya. Menurutnya, pemulihan ekonomi dari pariwisata jadi perhatian Pemkab Bangkalan, dengan begitu, dia meminta ada strategi untuk dimaksimalkan.

“Masyarakat sudah paham protkes, belum ada kluster baru. Kami saat ini masih diminta tetap mentaati protkes,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Lailatul Nikmah mengatakan, berdasarkan laporan dari Pokdarwis Bangkalan, ada sebagian tempat wisata yang ditutup. Menanggapi minimnya pengunjung wisata, banyak masyarakat yang saat ini memang takut untuk bepergian apalagi berpariwisata.

“Masyarakat jadinya takut karena lonjakan Covid-19. Saya berpesan meski tetap dibuka harus ada penerapan protkes benar-benar dilakukan, baik pada pelaku wisata maupun wisatawan,” tandasnya. (ina/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *