Lonjakan Kasus Covid-19 di Pamekasan Diyakini Paparan Varian Delta

  • Bagikan
(FOTO: KM/ZUBAIDI)  TUNGGU HASILNYA: Kasus terinfeksi Covid-19 di Pamekasan cepat melonjak, sehingga diyakini paparan varian Delta, termasuk dari gejala yang dialami pasien.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN -Tingginya lonjakan angka pasien Covid-19 di Pamekasan, diyakini merupakan paparan Covid-19 varian Delta atau B.1.617.2.

Alasannya, sebagaimana disampaikan Ketua Satgas Penanggulangan Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan, dr Syaiful Hidayat, karena tingkat penularannya sangat cepat.

Bahkan, tiga rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Pamekasan sampai overload. Tiga rumah sakit itu adalah RSUD SMART, RSU Mohammad Noer, dan RSUD Waru Pamekasan.

“Pasien yang menunggu ruangan sampai 18 orang. Begitu kami buka, selalu penuh,” terangnya, Rabu (30/6/2021).

Dengan kondisi itu, Syaiful meyakini bahwa ledakan kasus pasien Covid-19 yang terjadi di Pamekasan saat ini, sama dengan kasus Covid-19 yang terjadi di Bangkalan. Sehingga dia meyakini kasus Covid-19 di Pamekasan merupakan varian Delta. Tingkat penularannya sangat cepat dan mematikan, berbeda dengan varian Covid-19 sebelumnya.

“Dalam 7 hari terakhir pasien Covid-19 yang meninggal sekitar 20 orang,” tambahnya.

Saat ia telah diambil sampel terhadap beberapa pasien untuk diteliti lebih lanjut. Hal itu untuk mengetahui apakah pasien Covid-19 di Pamekasan memang tertular Covid-19 varian Delta.

Hasilnya akan terbit dalam kisaran sepekan, atau di pekan pertama Juli 2021 ini. Namun dari gejala yang muncul di pasien, diyakin Syaiful mirip yang digambarkan pada pasien yang terinfeksi Covid-19 varian Delta.

Apalagi, lanjut Syaiful, dalam sepekan terakhir, banyak pasien yang dirawat di RSUD SMart tidak lebih 24 jam sudah meninggal. Bahkan ada yang meninggal di ruang UGD setelah dirawat dua atau tiga jam.

Varian Delta, ungkapnya, paling banyak menyerang masyarakat yang masih berusia muda. Karena para pemuda yang sering melakukan aktivitas di luar rumah, sehingga sangat mudah terpapar virus tersebut.

Baca juga  Pemkab Tetap Gelar Pilkades di Desa Proppo

“Kami imbau pada seluruh masyarakat untuk tidak abai dan tetap taat prokes. Karena Covid-19 ini memang benar adanya,” pungkasnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan